Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Gus Baha Pilih Ikut Waktu Idul Adha Pemerintah, Ini Alasannya

Muhajirin Kamis, 07 Juli 2022 - 15:32 WIB
Gus Baha Pilih Ikut Waktu Idul Adha Pemerintah, Ini Alasannya
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha (foto: NU Online)
LANGIT7.ID - Jemaah haji sudah melakukan ibadah wukuf di Arafah pada 8 Juli 2022 M atau 9 Dzulhijjah 1443 H. Secara syariat, maka pada Sabtu, 9 Juli atau 10 Dzulhijjah shalat Idul Adha bisa digelar.

Namun, ada perbedaan penetapan bulan qamariyah antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Akibatnya, Indonesia menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022.

Lalu, apakah boleh perayaan Idul Adha Arab Saudi dan Indonesia berbeda? KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan, mathla' setiap tempat atau negara berbeda.

“Jadi, kalau mathla'-nya beda, itu tidak bisa disamakan,” kata Gus Baha di kanal Santri Gayeng, dikutip Kamis (7/7/2022). Mathla' merupakan kajian terhadap terbitnya hilal untuk penentuan awal bulan qamariyah.

Baca Juga: Tanya Jawab UAS dan Jemaah Soal Perbedaan Waktu Idul Adha

Gus Baha mengatakan, perbedaan hari Idul Adha adalah hal wajar, karena memang perbedaan hisab di setiap negara. Hari lebaran bukan mengikuti Arab Saudi, tapi mengikuti penetapan hilal setiap negara.

“Saya menerima perbedaan hari lebaran, tapi jangan berdasarkan Arab Saudi, (tapi) berdasar hisab kita memang beda. Jika terpaut satu hari atau dua hari, masih sah menurut Imam Nawawi,” kata Gus Baha.

Gus Baha mencontohkan penetapan awal Ramadhan dan penetapan 1 Syawal untuk Idul Fitri. Di Indonesia, masyarakat sudah terbiasa berbeda dalam menetapkan awal bulan.

“Logikanya begini misalnya sekarang akhir Ramadhan, itu masih tanggal 29. Kemudian mendung, jadi tidak jelas. Istikmal, berarti kamu berani hari rayanya Senin apa menunggu Selasa? Selasa, kan? Namanya apa? Istikmal,” jelas Gus Baha.

Di sisi lain, Islam menganjurkan untuk menghindari keraguan. Jika pada tanggal 29 ada keraguan besok tanggal 30 atau sudah masuk tanggal 1, maka sempurnakan 30 hari.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Arafah Tak Bareng dengan Waktu Wukuf? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Demikian pula dengan perbedaan penetapan 1 Dzulhijjah di Arab Saudi dan Indonesia. Pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah pada 1 Juli, sementara Arab Saudi menetapkan pada 29 Juni 2022.

“Bagaimanapun juga saya orang Indonesia, maka saya ikut waktu Indonesia. Tidak bisa karena Arab Saudi itu pusat, terus kamu ikut sana. Ikut Arab Saudi itu keliru kalau menurut saya, karena tadi, beda mathla'-nya,” jelas Gus Baha.

Artinya, perayaan Idul Adha ataupun puasa Arafah tetap mengikuti keputusan pemerintah setempat.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)