Sistem Zonasi PPDB, Pengamat Pendidikan: Kriteria Usia Jadi Perdebatan
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 15 Juli 2022 - 09:02 WIB
Ilustrasi anak usia sekolah dasar. Foto: LANGIT7/iStock
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi masih menjadi perdebatan di masyarakat. Pasalnya, sistem ini dianggap membatasi anak untuk masuk ke sekolah favorit.
Melihat hal tersebut, pengamat pendidikan dan juga dosen Prodi S-2 Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Dirgantara Wicaksono mengatakan pada dasarnya sistem zonasi bukan hal baru. Sistem ini sudah diuji coba dan regulasinya telah beberapa kali mengalami perbaikan.
Namun begitu, dia tak menepis setiap regulasi yang ada memiliki dua sisi, negatif dan positif.
Baca juga: PPDB Online 2022 Jenjang SD DKI Jakarta Dibuka, Ini Cara Daftarnya
"Poin positifnya adalah tidak ada lagi konsep sekolah unggul. Sebab semua sekolah adalah terbaik sehingga tidak ada lagi satu sekolah yang paling diminati," ujar Dirgantara atau akrab disapa Bombom kepada Langit7, Kamis (14/7/2022).
Akan tetapi, dia melanjutkan, yang menjadi permasalahan saat ini bukan hanya sebatassekolah. Melainkan terkait kriteria usia penerimaan siswa baru.
"Jadi untuk masuk SD ke SMP dan SMA itu yang dilihat bukan dari prestasinya lagi, tetapi dilihat dari zonasi (wilayah) dan usia," ujar Bombom.
Melihat hal tersebut, pengamat pendidikan dan juga dosen Prodi S-2 Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Dirgantara Wicaksono mengatakan pada dasarnya sistem zonasi bukan hal baru. Sistem ini sudah diuji coba dan regulasinya telah beberapa kali mengalami perbaikan.
Namun begitu, dia tak menepis setiap regulasi yang ada memiliki dua sisi, negatif dan positif.
Baca juga: PPDB Online 2022 Jenjang SD DKI Jakarta Dibuka, Ini Cara Daftarnya
"Poin positifnya adalah tidak ada lagi konsep sekolah unggul. Sebab semua sekolah adalah terbaik sehingga tidak ada lagi satu sekolah yang paling diminati," ujar Dirgantara atau akrab disapa Bombom kepada Langit7, Kamis (14/7/2022).
Akan tetapi, dia melanjutkan, yang menjadi permasalahan saat ini bukan hanya sebatassekolah. Melainkan terkait kriteria usia penerimaan siswa baru.
"Jadi untuk masuk SD ke SMP dan SMA itu yang dilihat bukan dari prestasinya lagi, tetapi dilihat dari zonasi (wilayah) dan usia," ujar Bombom.