Sejarawan: Gerakan Melawan Penjajahan Lahir dari Para Jemaah Haji
Muhajirin
Jum'at, 15 Juli 2022 - 17:13 WIB
Anggota Sarekat Dagang Islam (SDI) (foto: istimewa)
Sebelum Indonesia merdeka, orang yang pergi haji tidak sekadar melakukan perjalanan spiritual saja. Namun juga sekaligus perjalanan akademik.
Sejarawan Muslim, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menuturkan, dulu belum ada pesawat seperti sekarang ini, secara geografis orang yang menunaikan haji dianggap sebagai orang yang sangat penting dan strategis. Perjalanan haji, terutama abad ke-19 dan abad ke-20, juga menjadi perjalanan mencari ilmu dan membangun relasi internasional.
“Dulu, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga perjalanan ilmiah. Karena perjalanan menggunakan kapal itu bisa 2-3 bulan. Sampai di sana belum tentu juga musim haji sedang berjalan, jadi mereka menunggu. Rata-rata menghabiskan. Waktu satu sampai dua tahun,” kata Tiar di Persis TV, dikutip Jumat (15/7/2022).
Baca Juga: Sejarawan Bantah Asal-usul Gelar Haji di Indonesia Pemberian Belanda
Saat di Mekkah, mereka belajar kepada para ulama dan masyaikh di Masjid Haram dan Masjid Nabawi. Dari situ terbangun kesadaran tentang kondisi Tanah Air yang sedang terjajah sama seperti belahan dunia Islam lain.
Sejarawan Muslim, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menuturkan, dulu belum ada pesawat seperti sekarang ini, secara geografis orang yang menunaikan haji dianggap sebagai orang yang sangat penting dan strategis. Perjalanan haji, terutama abad ke-19 dan abad ke-20, juga menjadi perjalanan mencari ilmu dan membangun relasi internasional.
“Dulu, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga perjalanan ilmiah. Karena perjalanan menggunakan kapal itu bisa 2-3 bulan. Sampai di sana belum tentu juga musim haji sedang berjalan, jadi mereka menunggu. Rata-rata menghabiskan. Waktu satu sampai dua tahun,” kata Tiar di Persis TV, dikutip Jumat (15/7/2022).
Baca Juga: Sejarawan Bantah Asal-usul Gelar Haji di Indonesia Pemberian Belanda
Saat di Mekkah, mereka belajar kepada para ulama dan masyaikh di Masjid Haram dan Masjid Nabawi. Dari situ terbangun kesadaran tentang kondisi Tanah Air yang sedang terjajah sama seperti belahan dunia Islam lain.