Mahathir Mohamad: Kemunduran Umat Islam karena Jauh dari Al-Qur'an
Muhajirin
Sabtu, 16 Juli 2022 - 18:45 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (foto: Antara)
Umat Islam pernah mencapai masa kejayaannya di mana secara politik Islam berkuasa di tingkat global dan memunculkan banyak kemajuan di bidang sains. Namun hari ini justru sebaliknya, terjadi kemunduran di berbagai negara-negara Islam.
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, menilai, penyebab peradaban umat Islam mundur hari ini karena jauh dari Al-Qur’an.
Dia menjelaskan, saat Rasulullah SAW meninggal dunia, maka umat Islam tidak bisa lagi merujuk secara langsung kepada beliau. Dari situ banyak kelompok yang muncul menafsirkan agama. Penafsiran mereka berbeda satu sama lain.
“Jadi, kaum muslim pecah menjadi kelompok-kelompok mengikuti ajaran ini dan itu. Sampai pada titik di mana mereka menganggap kelompok-kelompok tertentu tidak Islam atau tidak cukup Islami,” kata Tun Mahathir kepada Gita Wirjawan di kanal YouTube-nya, dikutip Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: Wawancara Khusus Mahathir Mohamad: Peradaban Islam Bangkit jika Muslimin Amalkan Nilai Keislaman
Selama beberapa abad terakhir, pemikiran dan ide baru muncul. Ada ribuan penafsiran muncul, dan itu membingungkan. Setiap kelompok mengklaim penafsiran mereka lebih tepat.
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, menilai, penyebab peradaban umat Islam mundur hari ini karena jauh dari Al-Qur’an.
Dia menjelaskan, saat Rasulullah SAW meninggal dunia, maka umat Islam tidak bisa lagi merujuk secara langsung kepada beliau. Dari situ banyak kelompok yang muncul menafsirkan agama. Penafsiran mereka berbeda satu sama lain.
“Jadi, kaum muslim pecah menjadi kelompok-kelompok mengikuti ajaran ini dan itu. Sampai pada titik di mana mereka menganggap kelompok-kelompok tertentu tidak Islam atau tidak cukup Islami,” kata Tun Mahathir kepada Gita Wirjawan di kanal YouTube-nya, dikutip Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: Wawancara Khusus Mahathir Mohamad: Peradaban Islam Bangkit jika Muslimin Amalkan Nilai Keislaman
Selama beberapa abad terakhir, pemikiran dan ide baru muncul. Ada ribuan penafsiran muncul, dan itu membingungkan. Setiap kelompok mengklaim penafsiran mereka lebih tepat.