Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Ini Jejak Awalnya
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 06:35 WIB
Ilustrasi masuknya Islam di Indonesia. (Foto: Pixabay).
Agama Islam di Indonesia lahir dari ujung barat sebelah utara Indonesia yakni Aceh, Kerjaan Samudera Pasai. Jejak awalnya ditemukan dari bukti-bukti arkeologis.
Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti adanya kerajaan ini dengan ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.
Makam ini terletak di dekat reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera Pasai di desa Beuringin, kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe.
Di antara makam raja-raja tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-Saleh, Raja Pasai pertama. Malik al-Saleh adalah nama baru Meurah Silu setelah masuk Islam, dia menjadi sultan pertama di Indonesia.
Baca Juga: Sejak Kapan Islam Masuk ke Indonesia? Ini Kata Pakar Sejarah
Sultan Malik al-Saleh berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak.
Seorang pengembara Muslim dari Maghribi, Ibnu Bathutah sempat mengunjungi Pasai tahun 1346 M. ia juga menceritakan bahwa, ketika berada di Cina, sempat melihat adanya kapal Sultan Pasai di negeri Cina.
Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti adanya kerajaan ini dengan ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.
Makam ini terletak di dekat reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera Pasai di desa Beuringin, kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe.
Di antara makam raja-raja tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-Saleh, Raja Pasai pertama. Malik al-Saleh adalah nama baru Meurah Silu setelah masuk Islam, dia menjadi sultan pertama di Indonesia.
Baca Juga: Sejak Kapan Islam Masuk ke Indonesia? Ini Kata Pakar Sejarah
Sultan Malik al-Saleh berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak.
Seorang pengembara Muslim dari Maghribi, Ibnu Bathutah sempat mengunjungi Pasai tahun 1346 M. ia juga menceritakan bahwa, ketika berada di Cina, sempat melihat adanya kapal Sultan Pasai di negeri Cina.