Indonesia dalam Kacamata Ibnu Khaldun
Muhajirin
Senin, 08 Agustus 2022 - 08:35 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan, kondisi Indonesia saat ini sudah diantisipasi oleh ilmuwan besar muslim, Ibnu Khaldun. Hal itu berdasarkan pandangan Ibnu Khaldun tentang rusaknya sebuah negara.
Prof Hamid menjelaskan, rusaknya sebuah bangsa dimulai dari individu. Ada tiga kategori individu bisa dianggap merusak sebuah bangsa. Pertama, tindakan amoral marak di tengah masyarakat.
“Tindakan-tindakan amoral itu bisa korupsi, bisa perzinahan, bisa penipuan, dan sebagainya,” kata Prof Hamid, dikutip kanal Menuju Peradaban Islam, Senin (8/8/2022).
Hal tersebut kian diperparah oleh penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat. Penguasa menggunakan kekerasan dalam mengurai masalah di tengah masyarakat, meski menyalahi aturan sebuah bangsa yang beradab.
Baca Juga: Revolusi Pendidikan Karakter Kunci Menuju Bangsa yang Maju
“Menggunakan pedang dalam arti modern yaitu menggunakan senjata untuk selesaikan persoalan dengan rakyat, berarti sudah tanda-tanda kemunduran,” ungkap Kiai Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
Hal itu makin diperparah jika masyarakat juga menggunakan kekerasan fisik dalam menyelesaikan masalah. Tidak ada lagi kepercayaan pada penegak hukum. Tidak ada lagi fikiran untuk menyelesaikan masalah melalui jalan negosiasi dan argumentasi yang kuat.
Prof Hamid menjelaskan, rusaknya sebuah bangsa dimulai dari individu. Ada tiga kategori individu bisa dianggap merusak sebuah bangsa. Pertama, tindakan amoral marak di tengah masyarakat.
“Tindakan-tindakan amoral itu bisa korupsi, bisa perzinahan, bisa penipuan, dan sebagainya,” kata Prof Hamid, dikutip kanal Menuju Peradaban Islam, Senin (8/8/2022).
Hal tersebut kian diperparah oleh penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat. Penguasa menggunakan kekerasan dalam mengurai masalah di tengah masyarakat, meski menyalahi aturan sebuah bangsa yang beradab.
Baca Juga: Revolusi Pendidikan Karakter Kunci Menuju Bangsa yang Maju
“Menggunakan pedang dalam arti modern yaitu menggunakan senjata untuk selesaikan persoalan dengan rakyat, berarti sudah tanda-tanda kemunduran,” ungkap Kiai Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
Hal itu makin diperparah jika masyarakat juga menggunakan kekerasan fisik dalam menyelesaikan masalah. Tidak ada lagi kepercayaan pada penegak hukum. Tidak ada lagi fikiran untuk menyelesaikan masalah melalui jalan negosiasi dan argumentasi yang kuat.