Asal Mula Penyebutan Jumat Berkah dan Keutamaannya
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 13:01 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Jumat Berkah atau Jumat Mubarok adalah hari yang penuh kebaikan dan keutamaan. Di hari ini, tiap umat Muslim khusus memaksimalkan ibadah dan amal kebaikan. Bila dikaitkan dengan kondisi saat ini, Jumat Berkah menjadi ajang untuk berbagi pada sesama.
Terkait Jumat Berkah, pendakwah Ustadz Abdurahman Al Habsyi menjelaskan asal mula penyebutan tersebut. Dikatakan Ustadz Rahman, sapaannya, dalam satu tahun terdapat 1 bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Di mana di bulan ini ada satu hari yang utama yakni Lailatul Qadar.
Baca juga: Jumat Berkah: Kemuliaan Seseorang Sebesar Kebaikannya
Kemudian dalam satu pekan ada satu hari yang utama yaitu Jumat atau dikatakan sebagai penghulunya hari-hari.
Berdasarkan beberapa riwayat-riwayat hadits dikatakan bahwa hari Jumat memiliki banyak keutamaan salah satu sebagai penghulunya hari-hari serta hajinya orang fakir dan orang miskin.
"Orang-orang fakir dan orang miskin yang tidak memiliki kecukupan uang untuk berhaji, dengan melaksanakan ibadah Jumat secara rutin, dan berpegang teguh pada ibadah tersebut maka sama saja dia melaksanakan ibadah haji," jelas Ustadz Rahman saat dihubungi Langit7, Jumat (12/8/2022).
Dia melanjutkan, atas dasar itu Jumat dikatakan sebagai hari penuh dengan keberkahan.
Terkait Jumat Berkah, pendakwah Ustadz Abdurahman Al Habsyi menjelaskan asal mula penyebutan tersebut. Dikatakan Ustadz Rahman, sapaannya, dalam satu tahun terdapat 1 bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Di mana di bulan ini ada satu hari yang utama yakni Lailatul Qadar.
Baca juga: Jumat Berkah: Kemuliaan Seseorang Sebesar Kebaikannya
Kemudian dalam satu pekan ada satu hari yang utama yaitu Jumat atau dikatakan sebagai penghulunya hari-hari.
Berdasarkan beberapa riwayat-riwayat hadits dikatakan bahwa hari Jumat memiliki banyak keutamaan salah satu sebagai penghulunya hari-hari serta hajinya orang fakir dan orang miskin.
"Orang-orang fakir dan orang miskin yang tidak memiliki kecukupan uang untuk berhaji, dengan melaksanakan ibadah Jumat secara rutin, dan berpegang teguh pada ibadah tersebut maka sama saja dia melaksanakan ibadah haji," jelas Ustadz Rahman saat dihubungi Langit7, Jumat (12/8/2022).
Dia melanjutkan, atas dasar itu Jumat dikatakan sebagai hari penuh dengan keberkahan.