Sambo Akui jadi Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J dan Rekayasa Kasus
Fajar adhitya
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 21:20 WIB
Irjen Ferdy Sambo. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)
Irjen Ferdy Sambo (FS) mengakui tindakan rekayasa pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. FS juga menyatakan bahwa ialah aktor utama dalam kasus tersebut.
Pengakuan tersebut disampaikan Sambo kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam agenda pemeriksaan di Mako Brimob, Depok, Jumat (12/8/2022). Adapun pemeriksaan ini dipimpin langsung Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.
Baca Juga:Polri Dinilai Aneh Enggan Ungkap Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J
"Dalam permintaan keterangan pemeriksaan ada beberapa hal yang kami dapatkan. Pertama, pengakuan saudara FS bahwa ia adalah aktor utama dari peristiwa ini," kata Taufan.
Kemudian, lanjut Taufan, FS juga mengakui adanya rekayasa peristiwa pembunuhan Brigadir J di kediamannya di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022). Rekayasa tersebut yang membuat konstruksi peristiwa kabur.
Baca Juga:Komnas HAM Periksa Bharada E dan FS di Mako Brimob Sore Ini
"Dia mengakui bahwa sejak awal dia lah yang melakukan langkah-langkah untuk merekayasa atau mendisinformasi beberapa hal. Sehingga pada tahap-tahap awal terbangun konstruksi peristiwanya tembak menembak," ujar Taufan.
Pengakuan tersebut disampaikan Sambo kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam agenda pemeriksaan di Mako Brimob, Depok, Jumat (12/8/2022). Adapun pemeriksaan ini dipimpin langsung Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.
Baca Juga:Polri Dinilai Aneh Enggan Ungkap Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J
"Dalam permintaan keterangan pemeriksaan ada beberapa hal yang kami dapatkan. Pertama, pengakuan saudara FS bahwa ia adalah aktor utama dari peristiwa ini," kata Taufan.
Kemudian, lanjut Taufan, FS juga mengakui adanya rekayasa peristiwa pembunuhan Brigadir J di kediamannya di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022). Rekayasa tersebut yang membuat konstruksi peristiwa kabur.
Baca Juga:Komnas HAM Periksa Bharada E dan FS di Mako Brimob Sore Ini
"Dia mengakui bahwa sejak awal dia lah yang melakukan langkah-langkah untuk merekayasa atau mendisinformasi beberapa hal. Sehingga pada tahap-tahap awal terbangun konstruksi peristiwanya tembak menembak," ujar Taufan.