DDII: Umat Islam Harus Punya Peta Pendidikan Lahirkan Pemimpin dan Ulama
Muhajirin
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:35 WIB
Ketua Dewan Dawah Islamiyah Indonesia (DDII) Dr Adian Husaini (foto: istimewa)
Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr Adian Husaini menyebut makna pendidikan terlalu sempit jika hanya diartikan aktivitas sekolah saja. Pendidikan mencakup kehidupan manusia sejak lahir hingga ke liang lahat.
Tujuan pendidikan bahkan sudah ditegaskan dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam regulasi itu disebutkan, tujuan pendidikan adalah mendidik siswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
“Konstitusi tegas memerintahkan sistem pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” kata Adian dalam sebuah webinar pendidikan, Jumat (12/8/2022) malam.
Baca Juga: Pendidikan di Indonesia Tak Seindah Amanat Konstitusi
Menurut Adian, pendidikan merupakan jalan utama untuk mencapai cita-cita Indonesia menjadi negara maju. Maka itu, selain sistem pendidikan nasional, umat Islam juga harus punya peta pendidikan sendiri untuk melahirkan kader-kader ulama dan pemimpin.
Tujuan pendidikan bahkan sudah ditegaskan dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam regulasi itu disebutkan, tujuan pendidikan adalah mendidik siswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
“Konstitusi tegas memerintahkan sistem pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” kata Adian dalam sebuah webinar pendidikan, Jumat (12/8/2022) malam.
Baca Juga: Pendidikan di Indonesia Tak Seindah Amanat Konstitusi
Menurut Adian, pendidikan merupakan jalan utama untuk mencapai cita-cita Indonesia menjadi negara maju. Maka itu, selain sistem pendidikan nasional, umat Islam juga harus punya peta pendidikan sendiri untuk melahirkan kader-kader ulama dan pemimpin.