Berhijrah Tidak Hanya dari Pakaian tapi Juga Akidah, Ibadah, dan Akhlak
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 15 Agustus 2022 - 15:32 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Berhijrah bagi umat Islam merupakan bentuk kesadaran diri bahwa hidup di dunia hanya sementara, dan yang kekal hanya di akhirat.
Penghulu di Kementerian Agama, Ustadz Ginanjar Nugraha mengatakan ada beragam makna hijrah salah satunya ketika seseorang meninggalkan sesuatu yang dilarang atau yang diharamkan oleh Allah SWT, seperti berbuat zina dan lainnya.
Kemudian kaitannya dengan busana, hal tersebut terbagi menjadi dua yakni lahir dan batin. Dalam konteks pakaian ada pakaian dhohir dan pakaian batin.
Baca juga: Tahun Baru 1444 Hijriah, Wali Kota Jakut Serukan Semangat Berhijrah
Dia melanjutkan, pakaian dhohir sudah diatur di dalam Islam prinsip-prinsipnya, seperti tujuan berpakaian untuk menutupaurat. Baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan untuk menutup aurat dengan batasan yang berbeda.
"Sebelum itu pahami terlebih dahulu aurat dan batasannya. Bagi laki-laki itu ada dua, yakni kemaluan dan yang di belakang, kemudian juga antara pusar dan lutut. Tetapi yang paling pokok dua tadi. Sementara untuk perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan juga telapak tangan," kata Ustadz Ginanjar kepada Langit7, Senin (15/8/2022).
Lebih lanjut, dia mengatakan Islam mengatur prinsip-prinsip dalam menutup aurat, tidak dengan gaya busananya
Penghulu di Kementerian Agama, Ustadz Ginanjar Nugraha mengatakan ada beragam makna hijrah salah satunya ketika seseorang meninggalkan sesuatu yang dilarang atau yang diharamkan oleh Allah SWT, seperti berbuat zina dan lainnya.
Kemudian kaitannya dengan busana, hal tersebut terbagi menjadi dua yakni lahir dan batin. Dalam konteks pakaian ada pakaian dhohir dan pakaian batin.
Baca juga: Tahun Baru 1444 Hijriah, Wali Kota Jakut Serukan Semangat Berhijrah
Dia melanjutkan, pakaian dhohir sudah diatur di dalam Islam prinsip-prinsipnya, seperti tujuan berpakaian untuk menutupaurat. Baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan untuk menutup aurat dengan batasan yang berbeda.
"Sebelum itu pahami terlebih dahulu aurat dan batasannya. Bagi laki-laki itu ada dua, yakni kemaluan dan yang di belakang, kemudian juga antara pusar dan lutut. Tetapi yang paling pokok dua tadi. Sementara untuk perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan juga telapak tangan," kata Ustadz Ginanjar kepada Langit7, Senin (15/8/2022).
Lebih lanjut, dia mengatakan Islam mengatur prinsip-prinsip dalam menutup aurat, tidak dengan gaya busananya