Sejarawan: Jihad Fisabilillah adalah Nasionalisme Islam Melawan Penjajah
Muhajirin
Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:20 WIB
Sejarawan Muslim Dr Tiar Anwar Bachtiar (foto: istimewa)
Sejarawan dari Persatuan Islam (Persis), Dr. Tiar Anwar Bachtiar, nasionalisme yang berkembang di Indonesia sangat berbeda dengan nasionalisme ala Barat. Inti nasionalisme Indonesia adalah gerakan jihad yang digerakkan para ulama dari kalangan pesantren.
Sejak awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20, gerakan melawan Belanda sudah dikendalikan oleh kaum santri. Saat kaum terpelajar sekuler dari Barat pulang ke Tanah Air, mereka ingin membuat gerakan nasionalisme.
“Tapi nasionalisme yang mereka bawa ini belum ada isinya, karena mereka belum punya referensi, kekuatan apa yang mereka bisa gunakan untuk membebaskan atau memerdekakan Indonesia,” terang Tiar.
Dia menjelaskan, gagasan nasionalisme itu lahir dari kulturalisme di tengah masyarakat, seperti negara-negara Barat. Tiar mencontohkan Belanda dan Jerman. Belanda membuat negara sendiri karena merasa memiliki komunitas kultur yang berbeda dari Jerman.
Baca Juga: Kerajaan Dikooptasi Belanda, Pesantren Jadi Basis Massa Melawan Penjajah
Sejak awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20, gerakan melawan Belanda sudah dikendalikan oleh kaum santri. Saat kaum terpelajar sekuler dari Barat pulang ke Tanah Air, mereka ingin membuat gerakan nasionalisme.
“Tapi nasionalisme yang mereka bawa ini belum ada isinya, karena mereka belum punya referensi, kekuatan apa yang mereka bisa gunakan untuk membebaskan atau memerdekakan Indonesia,” terang Tiar.
Dia menjelaskan, gagasan nasionalisme itu lahir dari kulturalisme di tengah masyarakat, seperti negara-negara Barat. Tiar mencontohkan Belanda dan Jerman. Belanda membuat negara sendiri karena merasa memiliki komunitas kultur yang berbeda dari Jerman.
Baca Juga: Kerajaan Dikooptasi Belanda, Pesantren Jadi Basis Massa Melawan Penjajah