home global news

Awan Gelap Ekonomi, Siap-Siap Kencangkan Ikat Pinggang Tahun 2023

Kamis, 18 Agustus 2022 - 08:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mebacakan keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN 2023 beserta nota keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI. Pidato presiden menggambarkan bahwa pemerintah ketar-ketir menghadapi kondisi perekonomian global tahun depan.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyatakan, awan gelap akan menaungi kondisi ekonimi nasional maupun global pada tahun depan. Target pertumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 5,3 persen menunjukkan kekhawatiran tersebut.

Baca Juga:Pemerintah Proyeksikan Pendapatan Negara Rp2.443,6 Triliun pada 2023

"Tadinya kami bayangkan pemerintah berani mengambil opsi pertumbuhan ekonomi pada angka 5,9. Artinya, pemerintah tidak optimis bahwa tahun depan akan terjadi awan gelap sehingga pertumbuhan ekonomi berada pada 5,3," kata Tauhid dalam diskusi publik secara daring, Rabu (17/8/2022).

Berdasarkan pidato Presiden, Tauhid menyatakan bahwa tahun depan masih menjadi masa kritis bagi Indonesia dengan bayang-bayang inflasi 3,3 persen. Kondisi perekonomian global masih terancam krisis perang Rusia-Ukraina yang membuat harga minyak mentah bergejolak.

Tauhid memandang bahwa asumsi makro yang ditetapkan cukup beralasan. Skenario konsolidasi APBN pada tahun depan ditunjukkan dengan defisit yang dipatok hampir Rp600 triliun.

Baca Juga:Ekonomi Global Masih Suram, Jokowi: Jangan Pesimistis
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi pertumbuhan ekonomi indef perekonomian nasional
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya