3 Perumpamaan Orang Membaca Al-Qur'an, Termasuk Kaum Munafik
Andi Muhammad
Selasa, 23 Agustus 2022 - 08:31 WIB
3 Perumpamaan Orang Membaca Al-Quran, Termasuk Kaum Munafik. Foto: Langit7.id/iStock.
Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat yang ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan secara mutawatir atau diketahui orang banyak.
Membaca al-Qur’an dapat bernilai ibadah serta mampu membuat hati tentram dan memberikan kedamaian. Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam dalam hadisnya memberikan perumpamaan kepada orang mukmin yang membaca Al-Qur’an, baik itu bagi yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya atau bagi yang membaca Al-Qur’an dan mengetahui maknanya.
Di hadapan para sahabat, Rasulullah menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sebaik-baik hal yang terucapkan dalam keseharian setiap orang. Dengan keagungan Al-Qur’an tersebut, setiap mukmin yang membacanya akan mendapatkan pahala.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah menjelaskan perbedaan antara muslim yang membaca al-Qur’an dan tidak membacanya:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
Artinya: “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah utrujah yang memiliki wangi yang sedap dan rasa yang manis. Sedangkan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah tamar (kurma) yang tidak memiliki bau namun rasanya manis. Adapun perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an ibarat buah raihanah yang memiliki wangi yang sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah handzhalah yang tidak memiliki bau dan rasanya pahit,” (HR Muslim).
Baca Juga:Sejarah Masjid Raya Pulo Asem, Diresmikan Langsung Buya Hamka
Membaca al-Qur’an dapat bernilai ibadah serta mampu membuat hati tentram dan memberikan kedamaian. Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam dalam hadisnya memberikan perumpamaan kepada orang mukmin yang membaca Al-Qur’an, baik itu bagi yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya atau bagi yang membaca Al-Qur’an dan mengetahui maknanya.
Di hadapan para sahabat, Rasulullah menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sebaik-baik hal yang terucapkan dalam keseharian setiap orang. Dengan keagungan Al-Qur’an tersebut, setiap mukmin yang membacanya akan mendapatkan pahala.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah menjelaskan perbedaan antara muslim yang membaca al-Qur’an dan tidak membacanya:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
Artinya: “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah utrujah yang memiliki wangi yang sedap dan rasa yang manis. Sedangkan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah tamar (kurma) yang tidak memiliki bau namun rasanya manis. Adapun perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an ibarat buah raihanah yang memiliki wangi yang sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah handzhalah yang tidak memiliki bau dan rasanya pahit,” (HR Muslim).
Baca Juga:Sejarah Masjid Raya Pulo Asem, Diresmikan Langsung Buya Hamka