Rocky Gerung Sebut Islam Identitas Politik Kebangsaan
Fajar adhitya
Selasa, 23 Agustus 2022 - 23:05 WIB
Akademisi Rocky Gerung. (Foto: Instagram/@rockygerung.ofc)
Akademisi Rocky Gerung mengkritik berbagai kampanye yang menekan politik identitas. Menurutnya, identitas adalah aspek yang melekat pada seseorang sejak ia dilahirkan, termasuk identitas agama.
"Jangan pakai politik identitas. Loh! Islam adalah identitas dari awal," kata Rocky Gerung dalam dialog nasional bertajuk Islam Adalah Elemen Utama Kekuatan NKRI, dikutip dari kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga:Problematika Umat Menurut UAS: Krisis Jahil dalam Agama, Ekonomi, dan Politik
Rocky menjelaskan, Islammerupakan identitas politik bangsa Indonesia yang tak bisa dimentahkan begitu saja. Islam turut membentuk dan mewarnai perjalanan demokrasi Indonesia pasca kemerdekaan hingga saat ini.
"Demokrasi kita diawali dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Itu Piagam Jakarta hasil percakapan demokratis," ujar Rocky.
Menurut Rocky, proses pembetukan pemerintahan dan undang-undang Indonesia berjalan berjalan secara akademik dan demkokratis meskipun banyak perdebatan. Diskursus semacam itulah yang saat ini jarang dijumpai.
Baca Juga:Capres Harus Lebih Dua Pasang, Politik Identitas Harus Dihentikan
"Jangan pakai politik identitas. Loh! Islam adalah identitas dari awal," kata Rocky Gerung dalam dialog nasional bertajuk Islam Adalah Elemen Utama Kekuatan NKRI, dikutip dari kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga:Problematika Umat Menurut UAS: Krisis Jahil dalam Agama, Ekonomi, dan Politik
Rocky menjelaskan, Islammerupakan identitas politik bangsa Indonesia yang tak bisa dimentahkan begitu saja. Islam turut membentuk dan mewarnai perjalanan demokrasi Indonesia pasca kemerdekaan hingga saat ini.
"Demokrasi kita diawali dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Itu Piagam Jakarta hasil percakapan demokratis," ujar Rocky.
Menurut Rocky, proses pembetukan pemerintahan dan undang-undang Indonesia berjalan berjalan secara akademik dan demkokratis meskipun banyak perdebatan. Diskursus semacam itulah yang saat ini jarang dijumpai.
Baca Juga:Capres Harus Lebih Dua Pasang, Politik Identitas Harus Dihentikan