Pakar Kristologi Unair: Nubuat Nabi Muhammad Diungkap dalam Perjanjian Lama
Muhajirin
Selasa, 06 September 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pakar Kristologi dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Ustadz Menachem Ali, mengungkapkan, kabar Muhammad akan diutus menjadi Nabi dan Rasul terakhir sudah termaktub dalam kitab-kitab terdahulu seperti Injil dan Taurat.
Salah satunya termaktub dalam Kitab Kidung Agung yang merupakan salah satu kitab pada Perjanjian Lama Alkitab Kristen dan Tanakh (atau Alkitab Ibrani). Dalam Perjanjian Lama, Kitab Kidung Agung merupakan salah satu kitab (dan menjadi kitab terakhir bagi kanon Alkitab Protestan) dalam kelompok kitab-kitab puisi. Sedangkan pada Alkitab Ibrani, kitab ini disebut Gulungan Syir Hassyirim (bahasa Ibrani: מְגִלַּת שִׁיר הַשִּׁירִים, translit. Megillat Syir Hassyirim), dan merupakan bagian dari kelompok Ketuvim, atau lebih tepatnya merupakan salah satu dari Lima Gulungan. Dalam Alkitab Terjemahan Lama, kitab ini disebut "Syirul-asyar Sulaiman".
Dalam Kidung Agung (5:9-16) termaktub satu sosok yang dibicarakan sebagai kekasih Allah. Salah satu nama sifat dari Nabi Muhammad SAW adalah habibullah (orang yang dicintai Allah).
Baca Juga:Kisah Pak Yo, Pendeta Asal Semarang Putuskan Jadi Mualaf
Kedua, ‘kekasihku putih dan kemerahan’. Ini adalah warna kulit Nabi Muhammad SAW. Ketiga, ‘pemimpin di antara sepuluh ribuan’. Poin keempat dan paling mencolok dalam nubuat ini adalah nama Nabi Muhammad SAW dalam ayat 16.
Ayat itu berbunyi: “yea, he is altogether lovely” (segala sesuatu padanya menarik) dalam Alkitab bahasa Inggris. Dalam Alkitab Ibrani, kata itu tertulis “Muhammad-im”. Itu bisa dilihat dalam Hebrew Bible printed for the British and Foreign Bible Society by Trowitzsh $ Sons, Berlin, P. 1159.
Bunyi lengkap Kidung Agung ayat 16 adalah: (Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי ב*ות ירושׁלם׃
Salah satunya termaktub dalam Kitab Kidung Agung yang merupakan salah satu kitab pada Perjanjian Lama Alkitab Kristen dan Tanakh (atau Alkitab Ibrani). Dalam Perjanjian Lama, Kitab Kidung Agung merupakan salah satu kitab (dan menjadi kitab terakhir bagi kanon Alkitab Protestan) dalam kelompok kitab-kitab puisi. Sedangkan pada Alkitab Ibrani, kitab ini disebut Gulungan Syir Hassyirim (bahasa Ibrani: מְגִלַּת שִׁיר הַשִּׁירִים, translit. Megillat Syir Hassyirim), dan merupakan bagian dari kelompok Ketuvim, atau lebih tepatnya merupakan salah satu dari Lima Gulungan. Dalam Alkitab Terjemahan Lama, kitab ini disebut "Syirul-asyar Sulaiman".
Dalam Kidung Agung (5:9-16) termaktub satu sosok yang dibicarakan sebagai kekasih Allah. Salah satu nama sifat dari Nabi Muhammad SAW adalah habibullah (orang yang dicintai Allah).
Baca Juga:Kisah Pak Yo, Pendeta Asal Semarang Putuskan Jadi Mualaf
Kedua, ‘kekasihku putih dan kemerahan’. Ini adalah warna kulit Nabi Muhammad SAW. Ketiga, ‘pemimpin di antara sepuluh ribuan’. Poin keempat dan paling mencolok dalam nubuat ini adalah nama Nabi Muhammad SAW dalam ayat 16.
Ayat itu berbunyi: “yea, he is altogether lovely” (segala sesuatu padanya menarik) dalam Alkitab bahasa Inggris. Dalam Alkitab Ibrani, kata itu tertulis “Muhammad-im”. Itu bisa dilihat dalam Hebrew Bible printed for the British and Foreign Bible Society by Trowitzsh $ Sons, Berlin, P. 1159.
Bunyi lengkap Kidung Agung ayat 16 adalah: (Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי ב*ות ירושׁלם׃