Ustadz Adi Hidayat Ungkap Karunia Allah SWT lewat Anak
Mahmuda attar hussein
Senin, 12 September 2022 - 08:05 WIB
Karunia Allah SWT lewat anak. (Foto: iStock).
Ustadz Adi Hidayat mengungkap karunia Allah SWT lewat anak. Banyak pasangan rumah tangga yang berharap keturunan perempuan, tapi lahirnya malah laki-laki.
Menurut dia, kelahiran anak ditetapkan Allah SWT untuk melengkapi kekurangan kedua orangtuanya. Umat Islam dianjurkan tetap bersyukur dengan karunia itu.
"Bisa jadi antum berharap anak perempuan tapi justru yang lahir anak laki-laki. Itu bisa jadi karena kebutuhan untuk melengkapi kedua orangtuanya adalah anak laki-laki," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Senin (12/9/2022).
Baca Juga: Ini Usia Tepat Ajarkan Anak Mandiri Beserta Tahapannya
Bahkan, hal itu akan tetap berlaku sampai kepada beberapa anak yang lahir kemudian. Artinya, karunia anak tidak terlepas dari maslahat dan kebutuhan keluarga, termasuk kedua orangtuanya.
"Lalu anak kedua bisa laki-laki lagi, kemudian baru perempuan, dan seterusnya. Ini karena untuk melengkapi kebutuhan kedua orangtua tadi," katanya.
Adapun hukum tersebut, lanjut dai berusia 38 tahun itu, berlaku bagi seluruh kalangan manusia. Tidak terlepas apakah dia seorang nabi, rasul, atau manusia biasa sekali pun.
Menurut dia, kelahiran anak ditetapkan Allah SWT untuk melengkapi kekurangan kedua orangtuanya. Umat Islam dianjurkan tetap bersyukur dengan karunia itu.
"Bisa jadi antum berharap anak perempuan tapi justru yang lahir anak laki-laki. Itu bisa jadi karena kebutuhan untuk melengkapi kedua orangtuanya adalah anak laki-laki," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Senin (12/9/2022).
Baca Juga: Ini Usia Tepat Ajarkan Anak Mandiri Beserta Tahapannya
Bahkan, hal itu akan tetap berlaku sampai kepada beberapa anak yang lahir kemudian. Artinya, karunia anak tidak terlepas dari maslahat dan kebutuhan keluarga, termasuk kedua orangtuanya.
"Lalu anak kedua bisa laki-laki lagi, kemudian baru perempuan, dan seterusnya. Ini karena untuk melengkapi kebutuhan kedua orangtua tadi," katanya.
Adapun hukum tersebut, lanjut dai berusia 38 tahun itu, berlaku bagi seluruh kalangan manusia. Tidak terlepas apakah dia seorang nabi, rasul, atau manusia biasa sekali pun.