DPRD DKI Ingin TGUPP Berakhir Berbarengan Masa Jabatan Anies
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 15 September 2022 - 12:05 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: Instagram/@prasetyoedimarsudi)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menyatakan nasib Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI akan berakhir pada 16 Oktober mendatang. Hal tersebut seiring berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Saya kembali menegaskan, setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berakhir masa jabatannya pada 16 Oktober 2022 mendatang, keberadaan TGUPP di Pemprov DKI Jakarta juga harus berakhir," kata Prasetyo dikutip dari akun Instagramnya @prasetyoedimarsudi, Kamis (15/9/2022).
Baca Juga:Deretan Proyek dan Kebijakan Anies Selama Jabat Gubernur DKI Jakarta
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa keberadaan TGUPP saat ini menjadi penyakit di DKI Jakarta. Pras mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak laporan miring terkait kinerja TGUPP.
"Itu (TGUPP) penyakit DKI. Saya banyak menerima laporan miring mengenai kinerja tim tersebut selama ini, hingga akhirnya TGUPP sarat dengan stigma negatif. Sebelumnya saya juga telah memangkas jumlah tim tersebut dari 73 orang menjadi 50 orang karena terlalu gemuk," ujar Pras.
Pras pun mempertanyakan hasil kinerja TGUPP di era kepemimpinan Anies Baswedan. Terlebih, TGUPP selama ini digaji hingga miliaran rupiah tiap tahunnya.
Baca Juga:Pemprov DKI Pastikan Anies Tetap Bekerja Meski Sudah Diberhentikan DPRD
"Saya kembali menegaskan, setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berakhir masa jabatannya pada 16 Oktober 2022 mendatang, keberadaan TGUPP di Pemprov DKI Jakarta juga harus berakhir," kata Prasetyo dikutip dari akun Instagramnya @prasetyoedimarsudi, Kamis (15/9/2022).
Baca Juga:Deretan Proyek dan Kebijakan Anies Selama Jabat Gubernur DKI Jakarta
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa keberadaan TGUPP saat ini menjadi penyakit di DKI Jakarta. Pras mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak laporan miring terkait kinerja TGUPP.
"Itu (TGUPP) penyakit DKI. Saya banyak menerima laporan miring mengenai kinerja tim tersebut selama ini, hingga akhirnya TGUPP sarat dengan stigma negatif. Sebelumnya saya juga telah memangkas jumlah tim tersebut dari 73 orang menjadi 50 orang karena terlalu gemuk," ujar Pras.
Pras pun mempertanyakan hasil kinerja TGUPP di era kepemimpinan Anies Baswedan. Terlebih, TGUPP selama ini digaji hingga miliaran rupiah tiap tahunnya.
Baca Juga:Pemprov DKI Pastikan Anies Tetap Bekerja Meski Sudah Diberhentikan DPRD