MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (8) | Ketua MUI KH Cholil Nafis: Daarul Mitsaq Kita adalah NKRI
Ahmad zuhdi
Selasa, 17 Agustus 2021 - 06:00 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto: mui.or.id
Konsep Islam Rahmatan Lil-‘Alamin kerap diketengahkan untuk memoderasi agama yang juga dikenal dalam istilah Islam Wasathiyyah. Perlu cara tepat membumikan konsep Islam Wasathiyyah atau Islam Moderat kepada kalangan ummat Islam untuk mencapai kesamaan dengan semangat dan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan adil (i'tidal)?
Ulama, tokoh Islam, dan ormas Islam, diminta secara aktif berperan mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19. Seperti apa peran mereka seharusnya? Perlukah gerakan bersama untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19 ini? Untuk generasi muda bangsa Indonesia, bagaimana menyiapkan diri untukmeniti jalan menuju Indonesia Emas 2045 mendatang?
Baca Wawancara Lainnya: Sektor Pendidikan Paling Strategis Membangun Peradaban
Untuk menjawab ragam fenomena yang dihadapi ummat saat ini, wartawan LANGIT7.ID Ahmad Zuhdi, mendapat kesempatan wawancara dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Apa dan bagaimana spirit hijrah menurut Kiai Cholil, bagaimana relevansinya dengan semangat kebangsaan dan keindonesiaan? Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana upaya para tokoh di Tanah Air untuk mempersatukan ummat dalam satu tema untuk Peradaban Islam yang diambil dari spirit Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah?
Bagi umat Islam, kita punya tenda besar yang namanya Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk menjadi wadah penghimpun, wadah persatuan, berdialog, dan juga wadah perjuangan untuk membangun bangsa dengan spirit agama. Dalam konteks antarumat beragama, di MUI pun juga ada komisi atau bidang yang mengurusi kerukunan umat beragama (KUB). Di sinilah fungsi kelembagaan.
Sebenarnya, bagaimana corak khas MUI?
Ulama, tokoh Islam, dan ormas Islam, diminta secara aktif berperan mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19. Seperti apa peran mereka seharusnya? Perlukah gerakan bersama untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19 ini? Untuk generasi muda bangsa Indonesia, bagaimana menyiapkan diri untukmeniti jalan menuju Indonesia Emas 2045 mendatang?
Baca Wawancara Lainnya: Sektor Pendidikan Paling Strategis Membangun Peradaban
Untuk menjawab ragam fenomena yang dihadapi ummat saat ini, wartawan LANGIT7.ID Ahmad Zuhdi, mendapat kesempatan wawancara dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Apa dan bagaimana spirit hijrah menurut Kiai Cholil, bagaimana relevansinya dengan semangat kebangsaan dan keindonesiaan? Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana upaya para tokoh di Tanah Air untuk mempersatukan ummat dalam satu tema untuk Peradaban Islam yang diambil dari spirit Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah?
Bagi umat Islam, kita punya tenda besar yang namanya Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk menjadi wadah penghimpun, wadah persatuan, berdialog, dan juga wadah perjuangan untuk membangun bangsa dengan spirit agama. Dalam konteks antarumat beragama, di MUI pun juga ada komisi atau bidang yang mengurusi kerukunan umat beragama (KUB). Di sinilah fungsi kelembagaan.
Sebenarnya, bagaimana corak khas MUI?