Dakwah Ala Anak Muda Harus Kontekstual dan Elegan
Muhajirin
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 15:40 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dakwahkepada generasi muda perlu sentuhan khusus. Apalagi anak muda bisa mengakses informasi sendiri. Itu membuat para pendakwah harus mampu menyajikan suguhan dakwah yang menarik bagi mereka. Apalagi jika pendakwahnya juga pemuda. Dakwah harus kontekstual dan elegan.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof.Dr. Fathul Wahid, mengatakan, dakwah bagi seorang muslim merupakan kerja sepanjang hayat. Tidak hanya dalam bentuk ajakan lisan, tetapi termasuk pemberian contoh dalam aktivitas sehari-hari untuk mengedukasi orang lain tentang nilai-nilai baik dan kebenaran.
“Seorang muslim yang menampilkan sikap ramah terhadap sesama, dapat bermuatan dakwah. Dampak sikap ramah ini akan sangat luar biasa di konteks ketika islamophobia berkembang pesat,” kata Prof Fathul dalam tulisannya di laman resmi UII, dikutip Jumat (28/10/2022).
Baca Juga: Para Pemuda Istimewa, Sahabat Rasulullah yang Beriman Sejak Muda
Prof Fathul mencontohkan, anak muda bisa belajar dari Mohamed Salah, pemain sepakbola muslim klub Liverpool, yang berasal dari Mesir. Dia merupakan contoh fenomenal untuk memberikan ilustrasi. Kehadiran Salah di Merseyside telah berandil dalam penurunan kriminalitas sebanyak 18,9%. Cuit anti-Muslim di twitter yang diunggah pendukung Liverpool pun menurun 50%.
Mengutip laman weforum.org, Salah menampilkan diri sebagai seorang ayah yang ceria dan pesepakbola ramah dan fantastic. Itu membalikkan kesan negatif terhadap Islam yang dipersepsikan menakutkan.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof.Dr. Fathul Wahid, mengatakan, dakwah bagi seorang muslim merupakan kerja sepanjang hayat. Tidak hanya dalam bentuk ajakan lisan, tetapi termasuk pemberian contoh dalam aktivitas sehari-hari untuk mengedukasi orang lain tentang nilai-nilai baik dan kebenaran.
“Seorang muslim yang menampilkan sikap ramah terhadap sesama, dapat bermuatan dakwah. Dampak sikap ramah ini akan sangat luar biasa di konteks ketika islamophobia berkembang pesat,” kata Prof Fathul dalam tulisannya di laman resmi UII, dikutip Jumat (28/10/2022).
Baca Juga: Para Pemuda Istimewa, Sahabat Rasulullah yang Beriman Sejak Muda
Prof Fathul mencontohkan, anak muda bisa belajar dari Mohamed Salah, pemain sepakbola muslim klub Liverpool, yang berasal dari Mesir. Dia merupakan contoh fenomenal untuk memberikan ilustrasi. Kehadiran Salah di Merseyside telah berandil dalam penurunan kriminalitas sebanyak 18,9%. Cuit anti-Muslim di twitter yang diunggah pendukung Liverpool pun menurun 50%.
Mengutip laman weforum.org, Salah menampilkan diri sebagai seorang ayah yang ceria dan pesepakbola ramah dan fantastic. Itu membalikkan kesan negatif terhadap Islam yang dipersepsikan menakutkan.