Tafsir Surat Al Mu'minun Ayat 91: Bukti Keesaan Allah SWT
Hasanah syakim
Rabu, 16 November 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Islam menjadikan Allah Ta'ala sebagai Sang Pencipta yang mempunyai dzat Maha Esa atau tunggal, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Umat Muslim juga percaya bahwa Allah Ta'ala adalah satu-satunya Tuhan sehingga tidak ada dzat yang bisa menyerupai Dzat Allah.
Allah Ta'ala tidak menetapkan baginya anak dan bersamaNya Tuhan yang lain selain Allah. Apabila di alam semesta ini terdapat lebih dari satu Tuhan, maka masing-masing Tuhan akan memerhatikan makhluk-makhluk ciptaannya sendiri-sendiri.
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Surat Al-Mu'minuun Ayat 91:
ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Artinya: "Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu." (QS Al-Mu'minun:91).
Berdasarkan kajian tafsir Ibnu Katsir, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan sesunggunya Allah Ta'ala menyatakan dzatNya bersih bagi Dia anak atau serikat dalam kerajaanNya.
"Jadi (dalam ayat ini) adalah bantahan semua tuduhan bahwa Alllah Ta'ala memiliki serikat, andaikan ditakdirkan terbilangnya Tuhan lebih dari satu, tentu masing-masing tersendiri dengan apa yang dia ciptakan," jelas Kiai Zae dalam tayangan YouTube Persis TV dikutip Rabu (16/11/2022).
Allah Ta'ala tidak menetapkan baginya anak dan bersamaNya Tuhan yang lain selain Allah. Apabila di alam semesta ini terdapat lebih dari satu Tuhan, maka masing-masing Tuhan akan memerhatikan makhluk-makhluk ciptaannya sendiri-sendiri.
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Surat Al-Mu'minuun Ayat 91:
ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Artinya: "Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu." (QS Al-Mu'minun:91).
Berdasarkan kajian tafsir Ibnu Katsir, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan sesunggunya Allah Ta'ala menyatakan dzatNya bersih bagi Dia anak atau serikat dalam kerajaanNya.
"Jadi (dalam ayat ini) adalah bantahan semua tuduhan bahwa Alllah Ta'ala memiliki serikat, andaikan ditakdirkan terbilangnya Tuhan lebih dari satu, tentu masing-masing tersendiri dengan apa yang dia ciptakan," jelas Kiai Zae dalam tayangan YouTube Persis TV dikutip Rabu (16/11/2022).