Kisah Heroik Mokthar Alkhanshali Membawa Kopi Yaman ke Amerika Serikat
Nursalam
Rabu, 16 November 2022 - 21:44 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Dipertengahan tahun 1900-an, seorang pria kebangsaan Yaman, bernama Hamoud, pada masa kecil-nya memiliki pengalaman hidup yang pahit dan selalu diremehkan oleh keluarganya.
Dia lalu memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat (AS) untuk hidup mandiri dan mencari nafkah.
Setelah mengadu nasib dan memiliki keluarga di negara Paman Sam, ia memutuskan untuk kembali ke negara asalnya dan menetap di Yaman untuk membangun kehidupannya dan menjadi orang terhormat di negeri tersebut.
Dia memiliki seorang cucu yang tumbuh besar di negara Amerika Serikat, bernama Mokhtar Alkhanshali. Dan Mokhtar ini terinspirasi oleh perjuangan kakeknya yang melampaui semua rintangan kehidupan.
Baca juga:Kopi atau Cokelat Panas Bisa Hangatkan Tubuh di Musim Hujan
Setelah terinspirasi oleh kisah kakeknya, Mokhtar memulai perjalanan hidupnya sebagai penjaga pintu hotel di salah satu kota San Francisco, sebelum ia memutuskan untuk terjun menjadi pengusahaa di industri kopi.
Namun suatu hari, Mokhtar melihat patung seorang Yaman memegang secangkir kopi diseberang hotel tempat ia bekerja.
Dia lalu memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat (AS) untuk hidup mandiri dan mencari nafkah.
Setelah mengadu nasib dan memiliki keluarga di negara Paman Sam, ia memutuskan untuk kembali ke negara asalnya dan menetap di Yaman untuk membangun kehidupannya dan menjadi orang terhormat di negeri tersebut.
Dia memiliki seorang cucu yang tumbuh besar di negara Amerika Serikat, bernama Mokhtar Alkhanshali. Dan Mokhtar ini terinspirasi oleh perjuangan kakeknya yang melampaui semua rintangan kehidupan.
Baca juga:Kopi atau Cokelat Panas Bisa Hangatkan Tubuh di Musim Hujan
Setelah terinspirasi oleh kisah kakeknya, Mokhtar memulai perjalanan hidupnya sebagai penjaga pintu hotel di salah satu kota San Francisco, sebelum ia memutuskan untuk terjun menjadi pengusahaa di industri kopi.
Namun suatu hari, Mokhtar melihat patung seorang Yaman memegang secangkir kopi diseberang hotel tempat ia bekerja.