home wirausaha syariah

Jokowi ke Mentan, Minta Pengolahan Porang Ditangani Serius

Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:28 WIB
Petani memanen umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) di Desa Padas, Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (10/8/2021). Foto: Antara/Siswowidodo/rwa.
Kementerian Pertanian (Kementan) diminta serius dalam pengolahan porang agar menjadi salah satu produk ekspor unggulan Indonesia. Keinginan tersebut keluar langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat meninjau PT Asia Prima Konjac di Desa Kuwu, Balerejo, Madiun, Jawa Timur (Jatim). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk menyaksikan langsung tem[at pengolahan porang. Hadir pulaGubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa, dan pejabat terkait lainnya.

Baca Juga: Jokowi Dukung Pelaksanaan PTM Terbatas di Wilayah PPKM Level 1-3

"Saya tadi sudah menyampaikan ke Menteri Pertanian agar kita betul-betul seriusi komoditas baru ini, porang. Kita harap kita tidak ekspor porang dalam bentuk mentahan, tapi kita lihat di sini tadi sudah setengah jadi dalam bentuk tepung dan Insya Allah tahun depan bisa barang jadi, yaitu beras porang," kata Jokowi di Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

"Menurut saya, dari pengolahan yang ada di PT Asia Prima ini memberikan nilai tambah yang baik utamanya kepada petani. Saya tadi menanyakan per hektare bisa menghasilkan berapa ton? Disampaikan 1 hektare bisa 15-20 ton, mungkin hasilnya per musim tanam, musim tanam pertama hasilnya bisa 40 juta dalam kurun 8 bulan," ungkapnya.

Menurutnya, nilai tersebut yang sangat besar.Presiden Jokowi menilai porang bisa menjadi pengganti beras yang lebih sehat karena kadar gulanya sangat rendah. Tanaman porang (Amorphophallus muelleri blume) adalah tanaman jenis umbi-umbian yang mengandung karbohidrat glukoman atau zat dalam bentuk gula kompleks.

Baca Juga:Selain Menyehatkan, Puasa Bikin Wanita Makin Cantik
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
porang jokowi syahrul yasin limpo khofifah indar parawansa kementan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya