Sejarawan: Feminis Tulis Sejarah Perempuan agar Sesuai Ideologinya
Muhajirin
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:00 WIB
Sejarawan Muslim Dr Tiar Anwar Bachtiar (foto: Insists)
Sejarawan Muslim, Dr Tiar Anwar Bachtiar, mengungkapkan bahwa penulisan sejarah tidak netral. Worldview atau ideologi berpengaruh pada metodologi penulisan sejarah. Salah satunya dilakukan gerakan feminisme untuk mengampanyekan pemikiran mereka di tengah masyarakat.
"Kalau mengatakan sejarah itu objektif, susah. Karena setiap kelompok termasuk feminis menulis sejarah agar sejalan dengan ideologinya," kata Tiar dalam webinar Saturday Forum yang digelar Insists, Sabtu (24/12/2022).
Era penulisan sejarah zaman dulu, kata Tiar, lebih terfokus pada sosok perempuan. Seperti sejarawan Nusantara menulis tentang sosok R.A Kartini dan sejarawan muslim menulis sejarah Siti Aisyah.
“Tapi sekarang tuntutannya sudah lain lagi, sudah meningkat dari sekedar menulis perempuan di dalam sejarah menjadi mulai menggunakan perspektif, seperti perspektif gender atau feminisme di dalam menulis sejarah,” kata Tiar.
Baca Juga: CGS: Gerakan Feminis Mereduksi Nilai Agama dalam Perundangan Indonesia
"Kalau mengatakan sejarah itu objektif, susah. Karena setiap kelompok termasuk feminis menulis sejarah agar sejalan dengan ideologinya," kata Tiar dalam webinar Saturday Forum yang digelar Insists, Sabtu (24/12/2022).
Era penulisan sejarah zaman dulu, kata Tiar, lebih terfokus pada sosok perempuan. Seperti sejarawan Nusantara menulis tentang sosok R.A Kartini dan sejarawan muslim menulis sejarah Siti Aisyah.
“Tapi sekarang tuntutannya sudah lain lagi, sudah meningkat dari sekedar menulis perempuan di dalam sejarah menjadi mulai menggunakan perspektif, seperti perspektif gender atau feminisme di dalam menulis sejarah,” kata Tiar.
Baca Juga: CGS: Gerakan Feminis Mereduksi Nilai Agama dalam Perundangan Indonesia