Tawakkal Umat Jadi Kunci Penyelesaian Krisis Ekonomi
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 30 Desember 2022 - 12:30 WIB
Tawakkal Umat Jadi Kunci Penyelesaian Krisis Ekonomi. (Foto: Istimewa)
Krisis ekonomi seperti pandemi dan ancaman resesi 2023 pernah terjadi di zaman Nabi. Salah satu kunci penyelesaiannya yakni dengan bertawakkal ke Allah SWT.
Pakar Ekonomi Islam, Universitas Darussalam Gontor, Syamsuri mengatakan dalam sejarah, Rasulullah SAW juga beberapa kali mengalami masa krisis ekonomi.
Di antara penyebab krisis itu antara lain musim paceklik yang melanda dengan kemarau berkepanjangan. Sehingga menyebabkan kenaikan harga secara umum yang menyebabkan terjadinya inflasi.
"Serta krisis akibat biaya peperangan yang sangat menguras kas negara pada zaman itu," ungkapnya kepada Langit7, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: Krisis Ekonomi Global Ternyata Pernah Terjadi di Zaman Nabi Yusuf
Adapun saat menghadapi krisis tersebut, Nabi Muhammad SAW tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT. Serta menggunakan strategi ekonomi berupa penolakan penetapan harga dan menyerahkan mekanisme pasar yang sehat sesuai syariat.
"Dengan strategi maka akan menciptakan keadilan harga pasar yang diinginkan masyarakat. Sehingga tidak ada tumpang tindih kebijakan dalam penyelesaian masalah krisis yang melanda waktu itu," ungkapnya.
Pakar Ekonomi Islam, Universitas Darussalam Gontor, Syamsuri mengatakan dalam sejarah, Rasulullah SAW juga beberapa kali mengalami masa krisis ekonomi.
Di antara penyebab krisis itu antara lain musim paceklik yang melanda dengan kemarau berkepanjangan. Sehingga menyebabkan kenaikan harga secara umum yang menyebabkan terjadinya inflasi.
"Serta krisis akibat biaya peperangan yang sangat menguras kas negara pada zaman itu," ungkapnya kepada Langit7, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: Krisis Ekonomi Global Ternyata Pernah Terjadi di Zaman Nabi Yusuf
Adapun saat menghadapi krisis tersebut, Nabi Muhammad SAW tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT. Serta menggunakan strategi ekonomi berupa penolakan penetapan harga dan menyerahkan mekanisme pasar yang sehat sesuai syariat.
"Dengan strategi maka akan menciptakan keadilan harga pasar yang diinginkan masyarakat. Sehingga tidak ada tumpang tindih kebijakan dalam penyelesaian masalah krisis yang melanda waktu itu," ungkapnya.