Apakah Cinta Harus Diwujudkan? ini Kata Ustaz
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 11 Januari 2023 - 14:02 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Setiap manusia tentu pernah merasakan rasa cinta, baik pada lawan jenis, keluarga, lingkungan atau lainnya. Namun, banyak yang berpandangan rasa cinta hanya terbatas pada kisah laki-laki dan perempuan saja.
Pada lawan jenis perwujudan cinta berbentuk pada sebuah hubungan asmara atau istilahnyaberpacaran. Padahal dalam Islam tidak ada istilah pacaran.
Founder Yuk Nikah Syar'i, Ustaz Luky B Rouf mengatakan meski cinta adalah naluri alami dari manusia, namun hal itu ditahan atau dialihkan.
Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam Harus Tumbuhkan Cinta Anak pada Allah
"Misal seseorang itu jatuh cinta, itu tidak otomatis harus diwujudkan, tetapi bisa dialihkan. Karena perwujudan cinta itu ternyata tidak sesempit pandangan kita selama ini," ujar Ustaz Luky dalam kajian Ketika Cinta Dalam Diam, Selasa (10/1/2022).
Menurut Ustaz Luky, banyak yang mengartikan cinta secara sempit, yaitu hubungan pacaran tadi. Padahal, sejatinya cinta bermakna luas, bisa pada orang tua atau sesama muslim lain.
"Jadi cinta bisa dialihkan. Karena bisa dialihkan maka jangan kita mewujudkan cinta yang salah. Cari pelampiasan atau perwujudan cinta yang kemudian dibenarkan atau dibolehkan. Apa itu? Nah ini yang harus kita cari tahu," katanya.
Pada lawan jenis perwujudan cinta berbentuk pada sebuah hubungan asmara atau istilahnyaberpacaran. Padahal dalam Islam tidak ada istilah pacaran.
Founder Yuk Nikah Syar'i, Ustaz Luky B Rouf mengatakan meski cinta adalah naluri alami dari manusia, namun hal itu ditahan atau dialihkan.
Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam Harus Tumbuhkan Cinta Anak pada Allah
"Misal seseorang itu jatuh cinta, itu tidak otomatis harus diwujudkan, tetapi bisa dialihkan. Karena perwujudan cinta itu ternyata tidak sesempit pandangan kita selama ini," ujar Ustaz Luky dalam kajian Ketika Cinta Dalam Diam, Selasa (10/1/2022).
Menurut Ustaz Luky, banyak yang mengartikan cinta secara sempit, yaitu hubungan pacaran tadi. Padahal, sejatinya cinta bermakna luas, bisa pada orang tua atau sesama muslim lain.
"Jadi cinta bisa dialihkan. Karena bisa dialihkan maka jangan kita mewujudkan cinta yang salah. Cari pelampiasan atau perwujudan cinta yang kemudian dibenarkan atau dibolehkan. Apa itu? Nah ini yang harus kita cari tahu," katanya.