Membangun Visi dan Misi dalam Rumah Tangga
Azhar azis
Kamis, 08 Juli 2021 - 08:57 WIB
Foto ilustrasi. (LANGIT7.ID/ iStock)
Rumah tangga memang unik. Terkadang terlihat harmonis, ternyata terjadi perang dingin. Terkadang ada hal-hal yang tak terungkap. Dari masalah sepele tetapi terus menumpuk menjadi gunung es yang setiap saat bisa meledak.
Dalam sebuah rumah tangga, istri bisa saja menilai suaminya paling egois di dunia. Atau sebaliknya, bisa juga suami yang merasakan demikian. Tetapi tidak terungkap. Makanya terkadang karena masalah sepele, timbul masalah besar gara-gara tidak dikomunikasikan atau dimusyawarahkan.
Karena itu, sebelum terlambat. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, apakah setiap keluarga sudah punya visi dan misi? Tentu saja visi misi di sini bukan visi duniawi untuk menumpuk harta atau semata memburu karier. Rumah tangga perlu dibangun di atas sebuah visi dan misi Qur’ani.
Jika visi dan misi keluarga sudah terbangun, komunikasi antara ayah, ibu, dan anak efektif, tidak sulit bagi keluarga saling bermusyawarah. Dengan musyawarah, tidak akan terjadi perdebatan soal siapa yang paling egois dalam rumah tangga, istri atau suami?
Visi bukan sekadar membangun atau membuat daftar mimpi. Visi adalah capaian masa depan yang direncanakan melalui strategi dan taktik. Sebagai seorang mukmin, visi hidup adalah sebagaimana perintah Allah SWT yaitu iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’in (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan). Inilah visi seorang mukmin sebagai individu jika ingin selamat dunia dan akhirat.
Pentingnya untuk membangun visi keluarga agar kita sama-sama mendapatkan ridha Allah SWT menuju surga-Nya. Dengan meniti jalan lurus dalam mencari ridha dan ampunan-Nya, maka kehidupan dalam rumah tangga akan tenang, bahagia, dan seisi rumah menjadi calon penghuni surga.
Nah, apa yang akan kita bangun untuk rumah tangga dan mau dibawa ke mana anak-anak dan istri kita? Bagaimana mendidik istri dan ke mana anak-anak akan diarahkan agar selamat? Pertama, jaga diri dan keluarga dari api neraka (QS. At-Tahrim[66]: 6). Kedua, jadikanlah rumah sebagai surga keluarga, bukan sebaliknya.
Dalam sebuah rumah tangga, istri bisa saja menilai suaminya paling egois di dunia. Atau sebaliknya, bisa juga suami yang merasakan demikian. Tetapi tidak terungkap. Makanya terkadang karena masalah sepele, timbul masalah besar gara-gara tidak dikomunikasikan atau dimusyawarahkan.
Karena itu, sebelum terlambat. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, apakah setiap keluarga sudah punya visi dan misi? Tentu saja visi misi di sini bukan visi duniawi untuk menumpuk harta atau semata memburu karier. Rumah tangga perlu dibangun di atas sebuah visi dan misi Qur’ani.
Jika visi dan misi keluarga sudah terbangun, komunikasi antara ayah, ibu, dan anak efektif, tidak sulit bagi keluarga saling bermusyawarah. Dengan musyawarah, tidak akan terjadi perdebatan soal siapa yang paling egois dalam rumah tangga, istri atau suami?
Visi bukan sekadar membangun atau membuat daftar mimpi. Visi adalah capaian masa depan yang direncanakan melalui strategi dan taktik. Sebagai seorang mukmin, visi hidup adalah sebagaimana perintah Allah SWT yaitu iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’in (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan). Inilah visi seorang mukmin sebagai individu jika ingin selamat dunia dan akhirat.
Pentingnya untuk membangun visi keluarga agar kita sama-sama mendapatkan ridha Allah SWT menuju surga-Nya. Dengan meniti jalan lurus dalam mencari ridha dan ampunan-Nya, maka kehidupan dalam rumah tangga akan tenang, bahagia, dan seisi rumah menjadi calon penghuni surga.
Nah, apa yang akan kita bangun untuk rumah tangga dan mau dibawa ke mana anak-anak dan istri kita? Bagaimana mendidik istri dan ke mana anak-anak akan diarahkan agar selamat? Pertama, jaga diri dan keluarga dari api neraka (QS. At-Tahrim[66]: 6). Kedua, jadikanlah rumah sebagai surga keluarga, bukan sebaliknya.