Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Membangun Visi dan Misi dalam Rumah Tangga

azhar azis Kamis, 08 Juli 2021 - 08:57 WIB
Membangun Visi dan Misi dalam Rumah Tangga
Foto ilustrasi. (LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID - Rumah tangga memang unik. Terkadang terlihat harmonis, ternyata terjadi perang dingin. Terkadang ada hal-hal yang tak terungkap. Dari masalah sepele tetapi terus menumpuk menjadi gunung es yang setiap saat bisa meledak.

Dalam sebuah rumah tangga, istri bisa saja menilai suaminya paling egois di dunia. Atau sebaliknya, bisa juga suami yang merasakan demikian. Tetapi tidak terungkap. Makanya terkadang karena masalah sepele, timbul masalah besar gara-gara tidak dikomunikasikan atau dimusyawarahkan.

Karena itu, sebelum terlambat. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, apakah setiap keluarga sudah punya visi dan misi? Tentu saja visi misi di sini bukan visi duniawi untuk menumpuk harta atau semata memburu karier. Rumah tangga perlu dibangun di atas sebuah visi dan misi Qur’ani.

Jika visi dan misi keluarga sudah terbangun, komunikasi antara ayah, ibu, dan anak efektif, tidak sulit bagi keluarga saling bermusyawarah. Dengan musyawarah, tidak akan terjadi perdebatan soal siapa yang paling egois dalam rumah tangga, istri atau suami?

Visi bukan sekadar membangun atau membuat daftar mimpi. Visi adalah capaian masa depan yang direncanakan melalui strategi dan taktik. Sebagai seorang mukmin, visi hidup adalah sebagaimana perintah Allah SWT yaitu iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’in (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan). Inilah visi seorang mukmin sebagai individu jika ingin selamat dunia dan akhirat.

Pentingnya untuk membangun visi keluarga agar kita sama-sama mendapatkan ridha Allah SWT menuju surga-Nya. Dengan meniti jalan lurus dalam mencari ridha dan ampunan-Nya, maka kehidupan dalam rumah tangga akan tenang, bahagia, dan seisi rumah menjadi calon penghuni surga.

Nah, apa yang akan kita bangun untuk rumah tangga dan mau dibawa ke mana anak-anak dan istri kita? Bagaimana mendidik istri dan ke mana anak-anak akan diarahkan agar selamat? Pertama, jaga diri dan keluarga dari api neraka (QS. At-Tahrim[66]: 6). Kedua, jadikanlah rumah sebagai surga keluarga, bukan sebaliknya.

Ketiga, sebuah keluarga harus mempunya visi jauh ke depan melintasi batas waktu dan ruang yaitu bercita-cita masuk surga satu keluarga. Indahnya jika kelak, kakek, nenek, ayah, ibu, anak-anak, hingga cucu, tinggal bersama-sama di dalam surga-Nya.

Jika visinya demikian, maka ada juga misi yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut. Pertama, rumah tangga yang bertauhid. Kedua, tidak mempersekutukan Allah SWT. Ketiga, tunduk dan patuh pada aturan Allah SWT.

Karenanya jangan mencari selamat sendiri, tetapi juga jauhkan keluarga dari ancaman api neraka. Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman. Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nereka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim[66]: 6)

Lalu siapa yang menjadi tumpuan tanggung jawab masalah rumah tangga? Tidak mungkin diserahkan ke sekolah apalagi kepada orang lain. Masalah demi masalah terus bermunculan, namun solusi tak kunjung datang. Padahal di setiap rumah ada Al-Qur’an tertata rapi di lemari. Tetapi ia tidak mungkin menjadi solusi tanpa dibaca, dipahami, ditadabburi, diamalkan, dan dijadikan sebagai pegangan.

Begitu penting menyusun visi dan misi keluarga. Al-Qur’an adalah pedomannya. Di sini sangat jelas di mana keluarga yang meyakini Al-Qur’an dan keluarga yang tidak meyakini Al-Qur’an.

Mereka yang yakin dengan Al-Qur’an disebutkan sebagai orang-orang muttaqin. Mereka itulah yang menempuh jalan lurus (shiratal mustaqim) dengan visi dan misi yang jelas. Allah memberikan kegembiraan dan kemenangan bagi mereka dengan sambutan dan seruan memasuki surga-Nya: “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman” .(QS. al-Hijr[15]: 46).

Bagi yang ingin menata hidupnya, banyaklah bermunajat kepada Allah. Tata kembali kehidupan rumah tangga yang mulai renggang agar tidak terjadi keretakan dan perpecahan. Kapan visi misi itu seharusnya disusun bersama ayah, ibu, dan anak?

Iblis Perusak Visi

Dalam Shahih Muslim, sebuah hadits Rasulullah SAW dari Jabir menggambarkan bahwa saat iblis mengutus bala tentaranya untuk memisahkan pasangan suami istri. Bala tentara yang paling dekat kepada iblis adalah yang paling besar menebar fitnah hingga salah satu utusannya datang melaporkan: “Aku tidak pernah meninggalkannya pasangan suami istri hingga aku mampu memisahkan antara dirinya dengan istrinya.” Lalu utusan ini didekatkan kepada iblis dan iblis berkata: “Bagus engkau”, dan iblis merangkul dan memeluknya.

Jika rumah tangga sudah retak, tiada lagi kebaikan suami di mata istri. Begitu istri juga di mata sang suami. Selamat jalan cinta. Benih-benih kasih dan sayang sebenarnya masih tersemai, tetapi terlanjur dibakar amarah dan sikap egois, jalan terburuklah yang ditempuh.

Karena itu, pernikahan tidak boleh didasari dengan syahwat karena ujung-ujungnya nanti juga perceraiannya dengan syahwat. Untuk menjadikan rumah tangga yang berkualitas adalah lindungi diri dan keluarga dari api neraka. Jangan bawa api neraka ke rumah.

Meski begitu, perceraian bukan hal yang buruk. Malah ia menjadi jalan keluar untuk menajalani sesuatu yang terbaik. Perceraian yang dicontohkan Nabi Ismail AS adalah demi penegakan tauhid di dalam rumah tangganya.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)