Zikir dan Fikir, Pondasi Peradaban Islam
Muhajirin
Sabtu, 21 Januari 2023 - 18:35 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, menegaskan, fikir dan zikir merupakan pondasi utama pembangunan peradaban Islam. Namun, umat Islam saat ini hanya berhenti di aktivitas zikir saja, dan tidak terlalu memperhatikan aktivitas ilmiah.
“Sejarah mencatat bahwa perangai ilmiah yang diidikasikan dengan perasaan gandrung terhadap sains, menjadi salah satu pendorong pengembangan sains di dunia Islam sampai mencapai masa kejayaannya. Ketika itu, sains dan saintis sangat dihargai,” kata Fathul dalam peluncuran buku ‘Integrasi Ilmu dan Islam’ karya Prof AM Saefuddin dan Drs Yuddy Ardhi di Universitas Al Azhar Indonesia, dikutip Sabtu (21/1/2023).
Dia mengilustrasikan kehidupan umat Islam saat ini saat melihat gugusan awan menyerupai tulisan Allah atau Muhammad. Sebagian besar umat Islam akan mengucapkan masya Allah, tanda takjud dan bentuk zikir kepada Sang Pencipta. Respon itu sama sekali tidak salah dan bahkan dianjurkan.
Baca Juga: Rektor UII: Peradaban Islam Bisa Bangkit dengan Keterbukaan dan Kolaborasi
“Namun, apakah kita pernah mendengar diskusi lanjutan, yang membahas bagaimana menjelaskan fenomena tersebut secara ilmiah, terkait pembentukan awan yang mempunyai beragam formasi atau sejenisnya?” tutur Fathul.
“Sejarah mencatat bahwa perangai ilmiah yang diidikasikan dengan perasaan gandrung terhadap sains, menjadi salah satu pendorong pengembangan sains di dunia Islam sampai mencapai masa kejayaannya. Ketika itu, sains dan saintis sangat dihargai,” kata Fathul dalam peluncuran buku ‘Integrasi Ilmu dan Islam’ karya Prof AM Saefuddin dan Drs Yuddy Ardhi di Universitas Al Azhar Indonesia, dikutip Sabtu (21/1/2023).
Dia mengilustrasikan kehidupan umat Islam saat ini saat melihat gugusan awan menyerupai tulisan Allah atau Muhammad. Sebagian besar umat Islam akan mengucapkan masya Allah, tanda takjud dan bentuk zikir kepada Sang Pencipta. Respon itu sama sekali tidak salah dan bahkan dianjurkan.
Baca Juga: Rektor UII: Peradaban Islam Bisa Bangkit dengan Keterbukaan dan Kolaborasi
“Namun, apakah kita pernah mendengar diskusi lanjutan, yang membahas bagaimana menjelaskan fenomena tersebut secara ilmiah, terkait pembentukan awan yang mempunyai beragam formasi atau sejenisnya?” tutur Fathul.