Kemenag-Kemenkes Upayakan Peningkatan Layanan Kesehatan Jemaah Haji 2023
Andi Muhammad
Jum'at, 27 Januari 2023 - 23:35 WIB
Potret jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi. (Foto: Dok. Kemenag)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Nizar menggelar pertemuan dengan Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta. Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan layanan kesehatan bagi jemaah haji 2023.
Kunta Wibawa memaparkan strategi pelayanan kesehatan jemaah lanjut usia (lansia) dengan penugasanSpesialis Geriatri. Kunta berharap, setiap petugas haji memilikimindsetmelayani lansia semaksimal mungkin, tidak hanya petugas kesehatan atau petugas khusus lansia saja.
Baca Juga:Legislator: Negara Perlu Hadir Guna Tekan Biaya Haji
"Jargonnya tahun ini kan Haji Ramah Lansia. Jadi yang kita harapkan, kalo ada lansia atau siapapun yang perlu pertolongan, gak usah lihat ini siapa yang nanganin," kata Kunta dalam keterangannya, Jumat (27/1/2023).
Menurut Kunta, penekanan angka kesakitan dan kematian dapat diupayakan sejak sebelum keberangkatan ibadah haji ke Arab Saudi. Langkah utamanya yakni denganmengidentifikasi jemaah haji berisiko tinggi.
Jemaah haji berisiko tinggi harus melakukan pemeriksaan rujukan kerumah sakit, serta memakaiwrist band, telejemaah, dan gelang risti.
Baca Juga:AMPHURI Minta Polemik Kenaikan Biaya Haji Segera Diputuskan
Kunta Wibawa memaparkan strategi pelayanan kesehatan jemaah lanjut usia (lansia) dengan penugasanSpesialis Geriatri. Kunta berharap, setiap petugas haji memilikimindsetmelayani lansia semaksimal mungkin, tidak hanya petugas kesehatan atau petugas khusus lansia saja.
Baca Juga:Legislator: Negara Perlu Hadir Guna Tekan Biaya Haji
"Jargonnya tahun ini kan Haji Ramah Lansia. Jadi yang kita harapkan, kalo ada lansia atau siapapun yang perlu pertolongan, gak usah lihat ini siapa yang nanganin," kata Kunta dalam keterangannya, Jumat (27/1/2023).
Menurut Kunta, penekanan angka kesakitan dan kematian dapat diupayakan sejak sebelum keberangkatan ibadah haji ke Arab Saudi. Langkah utamanya yakni denganmengidentifikasi jemaah haji berisiko tinggi.
Jemaah haji berisiko tinggi harus melakukan pemeriksaan rujukan kerumah sakit, serta memakaiwrist band, telejemaah, dan gelang risti.
Baca Juga:AMPHURI Minta Polemik Kenaikan Biaya Haji Segera Diputuskan