home global news

Legislator: Perlu Kehati-hatian Respons Kasus Pembakaran Al-Qur'an

Selasa, 31 Januari 2023 - 15:20 WIB
Aksi keji politisi Swedia Rasmus Paludan melakukan pembakaran Al-Quran. (Foto: Arabnews)
Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam merespons kasus pembakaran Al-Qur'an di Swedia. Kasus tersebut dinilai sangat sensitif dan dapat memicu tindakan provokatif.

"Kita harus hati-hati ya karena mungkin tindakan provokasi kita tidak tahu. Jadi jangan terlalu cepat untuk bereaksi begitu," ujar Nurul dalam keterangannya, Selasa (31/1/2023).

Politikus Partai Golkar itu mengatakan perlunya sikap hati-hati dalam merespons kasus tersebut. Hal tersebut agar Indonesia tidak jatuh dalam kepentingan yang dimainkan oleh oknum-oknum tertentu.

Baca Juga:Belum Pernah Sekalipun Umat Islam Bakar Kitab Suci Agama Lain

Terlebih, Nurul menilai masyarakat Indonesia dan tokoh-tokoh publik saat ini memilih sikap yang tidak begitu reaktif terkait kasus pembakaran Al-Qur'an.

"Jadi jangan sampai ada tindakan-tindakan yang sifatnya memprovokasi begitu, kemudian ditangkap secara mentah-mentah sehingga membuat aksi provokasi itu membuat kita terperangkap dalam kepentingan mereka," kata Nurul.

Seperti diketahui, Politisi Sayap Kanan Swedia-Denmark sekaligus Pemimpin Partai Stram Kurs, Rasmus Paludan, membakar sebuah Al-Qur'an di depan kantor Duta Besar Turki di Swedia. Tindakan yang dilakukan Rasmus disebut atas izin pemerintah dan di bawah perlindungan polisi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
al-quran swedia dpr ri nurul arifin pembakaran
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya