LANGIT7.ID, Jakarta - Pembakaran Al-Qur'an oleh ekstrimis sayap kanan dari Denmark,
Rasmus Paludan memicu kemarahan umat Islam sedunia. Rasmus dianggap sudah melewati batas kewajaran meskipun berlindung di balik tembok kebebasan berekspresi yang tumbuh subur di Eropa.
Zulkifli Muhammad Ali yang dikenal sebagai Ustadz Akhir Zaman menekankan umat Islam kembali kepada Al-Qur'an. Wajib peduli dengan substansi dan eksistensinya, apalagi bila ada yang menistakannya.
“Umat Islam wajib peduli, dari satu ayat alquran dilecehkan sedunia umat Islam akan bangkit. Ini bukan satu ayat, satu Alquran dihina dan kita menyaksikan ,” kata Ustadz Zulkifli saat mengikuti Aksi Bela Al-Qur'an di depan Kedutaan Besar Swedia di Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023).
Baca juga: Kecam Pembakaran Al-Qur'an, Malaysia Sebar Sejuta Mushaf ke Seluruh Dunia Dia menjelaskan, Islam adalah agama
rahmatan lil alamin yang menjunjung tinggi kebebasan beragama dan berkeyakinan. Tidak pernah sekalipun umat Islam di dunia membakar atau menistakan kitab suci agama lain.
“Belum pernah satu kali pun umat Islam bakar kitab suci agama lain. Kita yakin Islam paling benar, tapi kita tidak usik agama lain,” katanya.
Dia menerangkan, manusia diciptakan Allah untuk menjalani dua misi besar, yakni beribadah dan menegakkan syariat Islam. Penistaan Al-Qura'an oleh
Rasmus Paludan merupakan bentuk islamofobia yang harus dihilangkan.
Baca juga: Pembakar Al-Quran Rasmus Paludan, Politikus Gagal dengan Rekam Jejak Buruk “Sekarang di Swedia kitab suci umat Islam demi kepentingan politik dirobek-robek. Dibakar. Umat Islam ibarat lebah. Bersama kita kuat bersama kita mematikan. Kita tidak menyakiti tapi kalau disakiti tidak pernah diam,” katanya.
(sof)