Wapres Minta Kemenkes Proaktif Santuni Korban Gagal Ginjal Anak
Fajar adhitya
Jum'at, 10 Februari 2023 - 21:39 WIB
Wapres KH Maruf Amin dalam keterangan persnya usai meresmikan BLK Komunitas 2022 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/2/2023). Foto: Setwapres.
Kasus gagal ginjal akut akibat obat sirop pada anak kembali muncul. Kementerian Kesehatan menemukan kasus baru pada Januari 2023.
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk menyelidiki kasus ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kementerian Kesehatan dan Badan POM diminta melakukan pengawasan dan penertiban obat.
Baca juga: Bareskrim Polri Bakal Periksa Pejabat BPOM soal Kasus Gangguan Ginjal
“Selain obat, kalau bukan obat sirop, cari lagi sumbernya sampai ketemu,” kata Ma'ruf Amin dalam keterangan persnya usai meresmikan BLK Komunitas 2022 di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Nahdlatul Ulama Darek, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/2/2023).
Lebih lanjut Ma'ruf menyampaikan, penyelidikan kasus ini memerlukan waktu dan investigasi mendalam hingga akhirnya dapat menghasilkan sebuah kesimpulan yang akurat. Dalam masa penyelidikan ini, ia meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk proaktif.
“Kita minta Kementerian Kesehatan untuk menyantuni orang-orang yang terkena itu,” paparnya.
“Supaya mereka (jajaran Kementerian Kesehatan) datang dan memberikan semangat kepada mereka, menyantuni orang-orang yang terkena penyakit itu, korban-korban itu,” imbuhnya.
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk menyelidiki kasus ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kementerian Kesehatan dan Badan POM diminta melakukan pengawasan dan penertiban obat.
Baca juga: Bareskrim Polri Bakal Periksa Pejabat BPOM soal Kasus Gangguan Ginjal
“Selain obat, kalau bukan obat sirop, cari lagi sumbernya sampai ketemu,” kata Ma'ruf Amin dalam keterangan persnya usai meresmikan BLK Komunitas 2022 di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Nahdlatul Ulama Darek, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/2/2023).
Lebih lanjut Ma'ruf menyampaikan, penyelidikan kasus ini memerlukan waktu dan investigasi mendalam hingga akhirnya dapat menghasilkan sebuah kesimpulan yang akurat. Dalam masa penyelidikan ini, ia meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk proaktif.
“Kita minta Kementerian Kesehatan untuk menyantuni orang-orang yang terkena itu,” paparnya.
“Supaya mereka (jajaran Kementerian Kesehatan) datang dan memberikan semangat kepada mereka, menyantuni orang-orang yang terkena penyakit itu, korban-korban itu,” imbuhnya.