Rumah Sahabat Ini Jadi Tempat Rasulullah Berangkat saat Isra
Fajar adhitya
Ahad, 19 Februari 2023 - 13:00 WIB
Peringatan Isra Miraj menjadi momen penting bagi umat Muslim setiap tahunnya. Foto: iStock.
Peringatan Isra Mi'raj menjadi momen penting bagi umat Muslim setiap tahunnya. Peristiwa Isra Mi'raj menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Baitul Maqdis di Palestina dan ke langit dalam semalam yang sarat makna dan hikmah.
Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Masjidil Haram adalah Tanah Haram secara keseluruhan. Karena Tanah Haram juga mencakup masjid, dan semua Tanah Haram adalah masjid.
Baca juga: Selain Isra Miraj, Ini 7 Peristiwa Lain yang Terjadi di Bulan Rajab
Namun, tepatnya Rasulullah berangkat saat Isra adalah dari rumah sepupu perempuannya, yakni dari Ummu Hani binti Abi Thalib, pada tahun 621M. Adapun saat Mi’raj, Rasulullah berangkat dari Baitul Maqdis bersama Malaikat Jibril.
Syekh Wahbah menjelaskan bahwa yang dimaksud Baitul Maqdis adalah Masjidil Aqsha dan pendapat inilah yang disepakati oleh para ulama. Dinamakan al-Aqsha karena jaraknya yang jauh dari Masjidil Haram.
Ketika itu, Masjidil Aqsha merupakan masjid yang diagungkan, menjadi tempat tujuan ziarah terjauh bagi penduduk Mekkah. Mayoritas umat Islam sepakat bahwa Rasulullah saw di-isra'kan dengan jasad (tubuh) beliau.
Allah menyebut Masjidil Aqsha sebagai masjid yang sekelilingnya diberkahi. Berkah di sini meliputi keberkahan agama dan duniawi.
Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Masjidil Haram adalah Tanah Haram secara keseluruhan. Karena Tanah Haram juga mencakup masjid, dan semua Tanah Haram adalah masjid.
Baca juga: Selain Isra Miraj, Ini 7 Peristiwa Lain yang Terjadi di Bulan Rajab
Namun, tepatnya Rasulullah berangkat saat Isra adalah dari rumah sepupu perempuannya, yakni dari Ummu Hani binti Abi Thalib, pada tahun 621M. Adapun saat Mi’raj, Rasulullah berangkat dari Baitul Maqdis bersama Malaikat Jibril.
Syekh Wahbah menjelaskan bahwa yang dimaksud Baitul Maqdis adalah Masjidil Aqsha dan pendapat inilah yang disepakati oleh para ulama. Dinamakan al-Aqsha karena jaraknya yang jauh dari Masjidil Haram.
Ketika itu, Masjidil Aqsha merupakan masjid yang diagungkan, menjadi tempat tujuan ziarah terjauh bagi penduduk Mekkah. Mayoritas umat Islam sepakat bahwa Rasulullah saw di-isra'kan dengan jasad (tubuh) beliau.
Allah menyebut Masjidil Aqsha sebagai masjid yang sekelilingnya diberkahi. Berkah di sini meliputi keberkahan agama dan duniawi.