LANGIT7.ID - - Peringatan
Isra Mi'raj menjadi momen penting bagi umat Muslim setiap tahunnya. Peristiwa Isra Mi'raj menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari
Masjidil Haram di Mekkah ke Baitul Maqdis di Palestina dan ke langit dalam semalam yang sarat makna dan hikmah.
Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Masjidil Haram adalah Tanah Haram secara keseluruhan. Karena Tanah Haram juga mencakup masjid, dan semua Tanah Haram adalah masjid.
Baca juga: Selain Isra Miraj, Ini 7 Peristiwa Lain yang Terjadi di Bulan RajabNamun, tepatnya Rasulullah berangkat saat Isra adalah dari rumah sepupu perempuannya, yakni dari
Ummu Hani binti Abi Thalib, pada tahun 621M. Adapun saat Mi’raj, Rasulullah berangkat dari Baitul Maqdis bersama Malaikat Jibril.
Syekh Wahbah menjelaskan bahwa yang dimaksud Baitul Maqdis adalah Masjidil Aqsha dan pendapat inilah yang disepakati oleh para ulama. Dinamakan al-Aqsha karena jaraknya yang jauh dari Masjidil Haram.
Ketika itu, Masjidil Aqsha merupakan masjid yang diagungkan, menjadi tempat tujuan
ziarah terjauh bagi penduduk Mekkah. Mayoritas umat Islam sepakat bahwa Rasulullah saw di-isra'kan dengan jasad (tubuh) beliau.
Allah menyebut Masjidil Aqsha sebagai masjid yang sekelilingnya diberkahi. Berkah di sini meliputi keberkahan agama dan duniawi.
Adapun keberkahan agamanya adalah karena ia merupakan tempat turunnya para nabi.
Baca juga: Isra Miraj Mengandung Hikmah Luasnya Ilmu AllahKeberkahan dunianya karena ia meliputi kebaikan dunia, di dalamnya terdapat sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahan yang menjadi sebab bagi terpenuhinya kebutuhan hidup dan bahan-bahan pokok.
Syekh Wahbah menyatakan, tujuan dari peristiwa isra adalah untuk memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti-bukti agung tentang wujud-Nya, keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya. Sehingga faedah dari isra adalah khusus untuk Allah SWT dan kembali kepada Allah saja.
(est)