UNICEF: 540.000 Anak di Yaman Kelaparan
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 26 Maret 2023 - 09:00 WIB
Ilustrasi tangan seorang anak kecil memegang mangkuk kosong. (Foto: Langit7.id/iStock)
Badan anak-anak PBB, UNICEF, mengklaim lebih dari 540.000 anak berusia di bawah 5 tahun di Yaman menderita kekurangan gizi akut yang mengancam jiwa. Hal itu membuat seorang anak meninggal setiap 10 menit karena penyebab yang dapat dicegah.
Melansir dari Arab News,Ahad (26/3/2023), UNICEF memperingatkan bahwa mereka dapat terpaksa memangkas dukungan untuk anak-anak di Yaman lantaran tidak memiliki bantuan dana. Adapun sebanyak 11 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga:PBB: 6 Juta Warga Afghanistan di Ambang Kelaparan
UNICEF menyebut membutuhkan dana $484 juta untuk melanjutkan bantuan tahun ini. Tetapi, PBB hanya mengumpulkan $1,2 miliar untuk semua lembaganya di Yaman pada konferensi janji di Swiss bulan lalu, jauh di bawah target $4,3 miliar.
"Kesenjangan pendanaan yang terus dihadapi UNICEF hingga 2022 dan sejak awal 2023 menempatkan respons kemanusiaan yang diperlukan untuk anak-anak di Yaman dalam risiko," bunyi pernyataan UNICEF.
"Jika dana tidak diterima, UNICEF mungkin terpaksa mengurangi bantuan vitalnya untuk anak-anak yang rentan," kata UNICEF.
Baca Juga:PBB: Populasi Manusia 8 Miliar Jiwa per 15 November 2022
Melansir dari Arab News,Ahad (26/3/2023), UNICEF memperingatkan bahwa mereka dapat terpaksa memangkas dukungan untuk anak-anak di Yaman lantaran tidak memiliki bantuan dana. Adapun sebanyak 11 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga:PBB: 6 Juta Warga Afghanistan di Ambang Kelaparan
UNICEF menyebut membutuhkan dana $484 juta untuk melanjutkan bantuan tahun ini. Tetapi, PBB hanya mengumpulkan $1,2 miliar untuk semua lembaganya di Yaman pada konferensi janji di Swiss bulan lalu, jauh di bawah target $4,3 miliar.
"Kesenjangan pendanaan yang terus dihadapi UNICEF hingga 2022 dan sejak awal 2023 menempatkan respons kemanusiaan yang diperlukan untuk anak-anak di Yaman dalam risiko," bunyi pernyataan UNICEF.
"Jika dana tidak diterima, UNICEF mungkin terpaksa mengurangi bantuan vitalnya untuk anak-anak yang rentan," kata UNICEF.
Baca Juga:PBB: Populasi Manusia 8 Miliar Jiwa per 15 November 2022