LANGIT7.ID, Jakarta -
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis jumlah
populasi manusia yang diproyeksi mencapai 8 miliar jiwa pada 15 November 2022 atau Selasa besok.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, puncak populasi diperkirakan mencapai 10,4 miliar pada 2080-an mendatang.
"Ini adalah kesempatan untuk merayakan keragaman, mengakui kesamaan kemanusiaan, dan mengagumi kemajuan di bidang kesehatan. Terutama dalam memperpanjang rentang hidup yang secara dramatis mengurangi angka kematian ibu dan anak," kata dia melansir
laman resmi PBB, dikutip Senin (14/11/2022).
Di saat yang sama, lanjut dia, meningkatnya populasi manusia di dunia ini berarti menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat Bumi. Apalagi, masih banyak komitmen yang gagal dalam upaya ini.
Baca Juga: PBB Klaim Populasi Manusia di Dunia Tembus 8 Miliar dan Terus Bertambah Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, Liu Zhenmin menyebutkan, hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pembangunan berkelanjutan memiliki sifat kompleks dan multidimensi.
"Pertumbuhan populasi yang cepat membuat pemberantasan kemiskinan, kelaparan, dan kekurangan gizi, serta meningkatkan cakupan sistem kesehatan dan pendidikan menjadi lebih sulit," ungkapnya.
Zhenmin mengatakan, untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan gender, akan berkontribusi pada penurunan tingkat kesuburan dan memperlambat pertumbuhan populasi global.
Ada istilah dividen demografi, yaitu pergeseran distribusi usia untuk memberikan peluang dalam percepatan pertumbuhan ekonomi per kapita. Dalam hal ini negara-negara di dunia mesti berinvestasi dalam pengembangan SDM.
"Dengan memastikan akses ke perawatan kesehatan, pendidikan berkualitas di segala usia, serta mempromosikan peluang untuk pekerjaan yang produktif dan layak," tambahnya.
Proyeksi Pertumbuhan Populasi DuniaPopulasi global tumbuh paling lambat sejak tahun 1950, dan turun di bawah 1 persen pada tahun 2020. Sedangkan dalam proyeksi terbaru PBB menunjukkan, populasi dunia dapat tumbuh menjadi sekitar 8,5 miliar pada tahun 2030.
Proyeksi populasi dunia akan mencapai 9,7 miliar pada 2050. Pada puncaknya, proyeksi populasi dunia ini akan mencapai sekitar 10,4 miliar di tahun 2080-an, dan tetap pada level tersebut hingga tahun 2100.
Menurut Prospek Populasi Dunia 2022, lebih dari separuh proyeksi peningkatan populasi global hingga tahun 2050 akan terkonsentrasi di delapan negara. Di antaranya Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Tanzania.
(bal)