LANGIT7.ID, Jakarta - Badan anak-anak PBB, UNICEF, mengklaim lebih dari 540.000 anak berusia di bawah 5 tahun di
Yaman menderita kekurangan gizi akut yang mengancam jiwa. Hal itu membuat seorang anak meninggal setiap 10 menit karena penyebab yang dapat dicegah.
Melansir dari
Arab News, Ahad (26/3/2023), UNICEF memperingatkan bahwa mereka dapat terpaksa memangkas dukungan untuk
anak-anak di Yaman lantaran tidak memiliki bantuan dana. Adapun sebanyak 11 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: PBB: 6 Juta Warga Afghanistan di Ambang KelaparanUNICEF menyebut membutuhkan dana $484 juta untuk melanjutkan bantuan tahun ini. Tetapi, PBB hanya mengumpulkan $1,2 miliar untuk semua lembaganya di Yaman pada konferensi janji di Swiss bulan lalu, jauh di bawah target $4,3 miliar.
"Kesenjangan pendanaan yang terus dihadapi UNICEF hingga 2022 dan sejak awal 2023 menempatkan respons kemanusiaan yang diperlukan untuk anak-anak di Yaman dalam risiko," bunyi pernyataan UNICEF.
"Jika dana tidak diterima, UNICEF mungkin terpaksa mengurangi bantuan vitalnya untuk anak-anak yang rentan," kata UNICEF.
Baca Juga: PBB: Populasi Manusia 8 Miliar Jiwa per 15 November 2022Konflik di Yaman dimulai pada 2014 ketika milisi Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota, Sanaa, dalam sebuah kudeta. Koalisi Arab campur tangan pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah yang sah, dan melancarkan serangan pertama mereka terhadap posisi Houthi pada 26 Maret 2015.
Pertempuran di Yaman telah memicu apa yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari 21,7 juta orang atau dua pertiga penduduk Yaman, amat membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun ini.
Gencatan senjata berakhir tahun lalu, tetapi pertempuran sebagian besar masih tertahan. Lebih dari 11.000 anak diketahui telah terbunuh atau cacat sejak konflik meningkat pada tahun 2015.
Baca Juga: PBB Klaim Populasi Manusia di Dunia Tembus 8 Miliar dan Terus Bertambah(gar)