Larangan Bukber Pejabat dan ASN, Golkar: Jangan Dipolitisasi
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 27 Maret 2023 - 23:40 WIB
Ilustrasi buka puasa bersama. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Fraksi Golkar DPR RI, Firman Soebagyo mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) menggelar buka puasa bersama (bukber) selama Ramadhan lantaran situasi Covid-19. Firman meminta semua pihak hendaknya mencermati kembali seperti apa kondisi saat ini dan harus mewaspadai ancaman Covid-19 bisa saja terjadi lagi.
"Pandemi Covid-19 baru saja usai walaupun masih harus tetap waspada karena kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi lagi. Sikap pemerintah adalah antisipatif, dan tentunya ini sangat positif bagi masyarakat dan khususnya para pejabat dan ASN karena mereka adalah pelayan masarakat," kata Firman dalam keterangannya, Senin (27/3/2023).
Baca Juga:Soal Larangan Bukber, MUI: Bisa Ubah Kebiasaan ASN dan Pejabat
Firman khawatir jika kegiatan bukber dipaksakan, maka dapat memunculkan kemungkinan kasus maupun virus lainnya. "Kalau itu sampai terjadi, maka akan sangat mengganggu terhadap tugas dan pelayanan masyarakat dan juga keuangan negara," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut, kebijakan larangan bukber dirasa sudah tepat. Pasalnya, publik masih ingat betul tentang kasus kekerasan yang dilakukan anak pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan gaya hidup flexing.
Belum lagi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD tentang kasus transaksi 300 triliun di Kemenkeu masih belum usai pengusutannya.
Baca Juga:Nasir Jamil Ragu Larangan Buka Puasa Bersama Ide Jokowi
"Pandemi Covid-19 baru saja usai walaupun masih harus tetap waspada karena kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi lagi. Sikap pemerintah adalah antisipatif, dan tentunya ini sangat positif bagi masyarakat dan khususnya para pejabat dan ASN karena mereka adalah pelayan masarakat," kata Firman dalam keterangannya, Senin (27/3/2023).
Baca Juga:Soal Larangan Bukber, MUI: Bisa Ubah Kebiasaan ASN dan Pejabat
Firman khawatir jika kegiatan bukber dipaksakan, maka dapat memunculkan kemungkinan kasus maupun virus lainnya. "Kalau itu sampai terjadi, maka akan sangat mengganggu terhadap tugas dan pelayanan masyarakat dan juga keuangan negara," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut, kebijakan larangan bukber dirasa sudah tepat. Pasalnya, publik masih ingat betul tentang kasus kekerasan yang dilakukan anak pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan gaya hidup flexing.
Belum lagi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD tentang kasus transaksi 300 triliun di Kemenkeu masih belum usai pengusutannya.
Baca Juga:Nasir Jamil Ragu Larangan Buka Puasa Bersama Ide Jokowi