home edukasi & pesantren

Indonesia Tak Hanya Kaya SDA, Tapi juga Kaya SDM Ulama Berkualitas

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Para Ulama yang berjasa besar bagi Indonesia (foto: wajidisayadi.com)
Rektor Institut Agama Islam Al Falah Assunniyah (INAIFAS) Jember, Gus Rijal Mumazziq Z, M.HI, mengatakan, Indonesia tak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di negeri ini, juga kaya sumber daya manusia yakni hidup ribuan ulama dengan kapasitas keilmuan yang tak bisa diremehkan.

Ulama-ulama di Tanah Air bukan orang Arab, tapi mereka mampu menjadi jembatan pemahaman antara teks berbahasa Arab dengan konteks Indonesia. Nash didialogkan dengan kenyataan. Jadilah ulasan fiqh ala Indonesia. Misalnya, zakat produktif ala KH Sahal Mahfudz.

Baca Juga:Sanad Ulama Nusantara: Jejaring Intelektual dan Spiritual Penghadang Adu Domba Belanda

Ulama di nusantara adalah orang ajam (bukan arab), tapi sanggup memberikan ulasan ciamik terhadap 1000 bait Alfiyah ibn Malik, karya unggulan di bidang nahwu (gramatika). Di antaranya, "Tashilul Masalik fi Syarh Alfiyyah Ibn Malik", yang berbahasa Sunda beraksara Arab (pegon).

Kitab tersebut merupakan karya Ajengan Muhammad Abdullah bin Hasan dari Kampung Kongsi, Caringin, Sukabumi. Rais Syuriah PCNU Pati, KH Aniq Muhammadun, juga memiliki karya serupa yang berjudul ‘Tashil Al-Salik Fi Tarjamati Alfiyyati Ibni Malik’. Ulasan Alfiyah menggunakan bahasa Jawa.

Ulama di nusantara sanggup menyusun pola ringkas ilmu Sharaf (morfologi). KH Ma'shum Aly, Jombang, menantu KH Hasyim Asy'ari menyusun ‘Amtsilatut Tashrifiyyah’, alias metode nJombang. Sedangkan KH Ali Ma'shum, Krapyak, mengembangkan sharaf model Krapyak yang lebih ringkas.

“Kiai Ma'shum Ali dan Kiai Ali Ma'shum. Nama ulama yang mirip dengan penemuan metode yang sangat bermanfaat,” kata Gus Rijal, dikutip dari akun facebook-nya, Sabtu (28/8/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
teladan ulama sejarah nusantara jejak ulama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya