home edukasi & pesantren

Haedar Nashir: Ekonomi Islam Berada di Antara Sosialisme dan Kapitalisme

Ahad, 14 Mei 2023 - 04:00 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, ekonomi Islam berada di antara sosialisme dan kapitalisme. Sosialisme dan kapitalisme menjadi ideologi yang masih bertahan sampai saat ini. Berbeda dengan ideologi lain yang sudah mati bergelimpangan.

Haedar menjelaskan, dua ideologi tersebut selalu bersentuhan. Dalam benturan dua ideologi itu, Islam berada di antara sosialisme dan kapitalisme.

"Islam itu elektik atau jalan tengah, tapi tidak betul-betul lurus di tengah karena linier, jadi kanan-kiri dinamis," ungkap Haedar dalam Dialog Ideopolitor di UNIS, Sabtu (13/5/2023).

Menurut Haedar, Al Ma’un (salah satu konsep ekonomi Islam) merupakan titik temu antara si kaya dan si miskin. Guru Besar Sosiologi ini menegaskan, Teologi Al Ma’un tidak pro dhuafa’-Mustadh’afin dan anti aghnia.

Baca juga:MUI Bentuk Tim Gabungan Sikapi Salam Ala Yahudi di Al-Zaytun

“Tetapi merupakan titik temu menjadi wasilah antara aghnia dan dhuafa, lewat sebuah gerakan praksis," ungkapnya.

Terkait itu, Teologi Al Ma’un dipraktikkan oleh dr. Soetomo yang mengandung cinta kasih (welas asih). Ajaran itu melintas bagi siapapun. Memihak yang lemah namun tidak serta Kerta anti kepada yang kuat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi islam kapitalisme sosialisme haedar nashir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya