Yahya Staquf Sebut Muhammadiyah-NU Dua Sayap Islam Saling Melengkapi
Muhajirin
Jum'at, 26 Mei 2023 - 16:44 WIB
PP Muhammadiyah mengadakan pertemuan dengan PBNU untuk membahas masalah-masalah kebangsaan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua sayap Islam yang saling melengkapi. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia pun harmonis sampai saat ini.
Menurut Gus Yahya, hubungan harmonis Muhammadiyah dan NU harus melahirkan gerakan konkret dalam bentuk kerjasama. Keberadaan dua organisasi ini saling mengisi satu sama lain.
"Secara terus terang kami menyampaikan ke Pak Haedar kami butuh, banyak belajar dari Muhammadiyah tentang kebutuhan-kebutuhan real dari ogrnanisasi," ujar Gus Yahya di sela perjamuan kepada PP Muhammadiyah di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Baca juga:4 Poin Hasil Pertemuan PP Muhammadiyah dan PBNU
Gus Yahya mengatakan, NU belajar dari Muhammadiyah tentang pengelolaan lembaga pelayanan, penataan organisasi dan lain sebagainya. Dia menambahkan, NU akan melakukan tindak lanjut dari pertemuan ini.
“Karena kalau soal komunikasi langsung sudah biasa sejak dahulu, bagaimana kita bersama-sama mencari dan membangun strategi menciptakan momentum-momentum sedemikian rupa,” ujar Gus Yahya.
Kebersamaan tersebut diharapkan memperbaiki semangat masyarakat dalam menyambut berbagai isu keumatan, kebangsaan dan universal. Lebih-lebih masalah kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2024.
Menurut Gus Yahya, hubungan harmonis Muhammadiyah dan NU harus melahirkan gerakan konkret dalam bentuk kerjasama. Keberadaan dua organisasi ini saling mengisi satu sama lain.
"Secara terus terang kami menyampaikan ke Pak Haedar kami butuh, banyak belajar dari Muhammadiyah tentang kebutuhan-kebutuhan real dari ogrnanisasi," ujar Gus Yahya di sela perjamuan kepada PP Muhammadiyah di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Baca juga:4 Poin Hasil Pertemuan PP Muhammadiyah dan PBNU
Gus Yahya mengatakan, NU belajar dari Muhammadiyah tentang pengelolaan lembaga pelayanan, penataan organisasi dan lain sebagainya. Dia menambahkan, NU akan melakukan tindak lanjut dari pertemuan ini.
“Karena kalau soal komunikasi langsung sudah biasa sejak dahulu, bagaimana kita bersama-sama mencari dan membangun strategi menciptakan momentum-momentum sedemikian rupa,” ujar Gus Yahya.
Kebersamaan tersebut diharapkan memperbaiki semangat masyarakat dalam menyambut berbagai isu keumatan, kebangsaan dan universal. Lebih-lebih masalah kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2024.