Kemenag Sebut Potensi Zakat Rp400 T, Baru Terkumpul Rp22 T
Muhajirin
Sabtu, 15 Juli 2023 - 10:15 WIB
Potensi zakat di Indonesia sebenarnya mencapai Rp400 triliiun namun baru bisa terkumpul Rp22 triliun pada 2022.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof KH Kamaruddin Amin, memaparkan, potensi zakat di Indonesia sebenarnya mencapai Rp400 triliiun. Namun, baru bisa terkumpul Rp22 triliun pada 2022.
Islam hadir dengan konsep yang kongkrit dan solutif yaitu konsep keuangan sosial atau filantropi Islam (zakat, waqaf, infaq dan sadaqah).
“Ekosistem filantropi Islam ini telah mapan di negeri tercinta ini walau dengan keharusan pengembangan disana sini,” kata Kamaruddin saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Sabtu (15/7/2023).
Pada 2022,pengumpulan ZISWAF tidak kurang dari Rp22 triliun dan pada 2023 ditargetkan di atas Rp33 Trilyun. 5-10 tahun ke depan dengan melihat tren yang ada diprediksi akan mencapai di atas Rp100 T.
“Kontribusi filantropi Islam dalam pembangunan karena disamping tingkat literasi dan kesadaran umat untuk berzakat semakin baik akibat Gerakan literasi waqaf yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, kondisi ekonomi umat juga semakin baik,” ujar Kamaruddin.
Baca juga:Santri Jadi Penggerak Ekonomi dan Pendorong Penciptaan 4,4 Juta Lapangan Kerja
Sudah puluhan juta umat yang terbantu bahkan terberdayakan melalui ZISWAF ini. Dana sosial keagamaan ini berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan perberdayaan UMKM dan telah menjadi modal dalam pengembangan wellness industry dan industri halal.
Islam hadir dengan konsep yang kongkrit dan solutif yaitu konsep keuangan sosial atau filantropi Islam (zakat, waqaf, infaq dan sadaqah).
“Ekosistem filantropi Islam ini telah mapan di negeri tercinta ini walau dengan keharusan pengembangan disana sini,” kata Kamaruddin saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Sabtu (15/7/2023).
Pada 2022,pengumpulan ZISWAF tidak kurang dari Rp22 triliun dan pada 2023 ditargetkan di atas Rp33 Trilyun. 5-10 tahun ke depan dengan melihat tren yang ada diprediksi akan mencapai di atas Rp100 T.
“Kontribusi filantropi Islam dalam pembangunan karena disamping tingkat literasi dan kesadaran umat untuk berzakat semakin baik akibat Gerakan literasi waqaf yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, kondisi ekonomi umat juga semakin baik,” ujar Kamaruddin.
Baca juga:Santri Jadi Penggerak Ekonomi dan Pendorong Penciptaan 4,4 Juta Lapangan Kerja
Sudah puluhan juta umat yang terbantu bahkan terberdayakan melalui ZISWAF ini. Dana sosial keagamaan ini berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan perberdayaan UMKM dan telah menjadi modal dalam pengembangan wellness industry dan industri halal.