home global news

Kritik Pemimpin Boleh, Asal Gunakan Adab Bukan Mencaci

Senin, 07 Agustus 2023 - 23:00 WIB
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menekankan pentingnya menyampaikan kritik dengan menggunakan adab yang benar.

“Saat ini sedang ramai tentang kritik, yang mana, mengkritiknya menggunkan kata-kata yang tidak pantas. Ingat, berbicara yang baik tidak harus dengan kata-kata yang kotor, sampaiakan kritik itu dengan baik,” kata dia, Senin (7/8/2023).

Dia menegaskan kritik boleh disampaikan kepada siapapun, karena kritik merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dalam berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, kritik yang baik sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan juga memperbaiki. “Siapa saja yang menjadi pemimpin harus berani membuka diri untuk dikritik,” ungkapnya.

Baca juga:Kritik Terhadap Kritik Rocky Gerung

“Perlu diketahui, bahwa kritik itu untuk memperbaiki, bukan untuk mencaci. Kritik boleh, kritik adalah vitamin, kritik adalah vaksin untuk memperbaiki, bukan untuk mencaci,” tegasnya menambahkan.

Kiai Marsudi juga menceritakan kisah Sahabat Abu Bakar Shidiq yang membuka ruang untuk dikritik ketika beliau menjadi kholifah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kritik pemerintah adab majelis ulama indonesia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya