Jaga dan Rawat Lingkungan Ajaran Islam, Hukumnya Fardhu Ain
Muhajirin
Kamis, 07 September 2023 - 21:00 WIB
ilustrasi
Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar sekaligus Rektor UIM Algazali, Prof Muammar Bakry, menegaskan, salah satu ajaran inti Islam adalah merawat dan menjaga lingkungan. Dia menyebut hukum menjaga lingkungan adalah fardhu ain.
Pada dekade akhir-akhir ini, dunia disibukkan dengan isu perubahan iklim dan krisis lingkungan. 196 negara anggota PBB pada perjanjian Paris sepakat memperlambat laju pemanasan global di bawah 1,5 - 2 derajat celcius, namun hal itu tak mampu diwujudkan.
Dampak yang serius pada lingkungan yakni cuaca yang susah diprediksi, meningkatnya suhu dan gelombang panas yang membawa bencana alam, hilangnya berbagai spesies tumbuhan dan hewan, terjadi kekeringan dan gagal panen. Namun di wilayah lain terjadi banjir karena meningkatnya air permukaan laut di daerah-daerah pesisir dan lain-lain.
Fenomena itu tentu berdampak pada kondisi sosial masyarakat kita mulai dari perekonomian hingga pada kesehatan manusia. Ini berarti kerusakan alam dapat mengantar pada rusaknya tatanan sosial masyarakat, bahkan mengancam kehidupan makhluk dalam lingkungan.
Baca juga:Workshop Pra Ijtima, Kiai Cholil Sebut Ekonomi Syariah Jadi Solusi Perekonomian Nasional
"Lingkungan yang terdiri dari benda hidup (biotik) seperti manusia, tumbuhan, hewan. Dan benda tak hidup (a biotik) seperti air, udara (angin), tanah dan lain-lain," kata Muammar saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal, dikutip Kamis (7/9/2023).
Di antara makhluk yang paling berkepentingan dengan lingkungan adalah manusia. Maka itu, manusia diberikan amanah sebagai khalifah dengan fasilitas akal pikiran untuk mengelola, memelihara, dan menjaga alam.
Pada dekade akhir-akhir ini, dunia disibukkan dengan isu perubahan iklim dan krisis lingkungan. 196 negara anggota PBB pada perjanjian Paris sepakat memperlambat laju pemanasan global di bawah 1,5 - 2 derajat celcius, namun hal itu tak mampu diwujudkan.
Dampak yang serius pada lingkungan yakni cuaca yang susah diprediksi, meningkatnya suhu dan gelombang panas yang membawa bencana alam, hilangnya berbagai spesies tumbuhan dan hewan, terjadi kekeringan dan gagal panen. Namun di wilayah lain terjadi banjir karena meningkatnya air permukaan laut di daerah-daerah pesisir dan lain-lain.
Fenomena itu tentu berdampak pada kondisi sosial masyarakat kita mulai dari perekonomian hingga pada kesehatan manusia. Ini berarti kerusakan alam dapat mengantar pada rusaknya tatanan sosial masyarakat, bahkan mengancam kehidupan makhluk dalam lingkungan.
Baca juga:Workshop Pra Ijtima, Kiai Cholil Sebut Ekonomi Syariah Jadi Solusi Perekonomian Nasional
"Lingkungan yang terdiri dari benda hidup (biotik) seperti manusia, tumbuhan, hewan. Dan benda tak hidup (a biotik) seperti air, udara (angin), tanah dan lain-lain," kata Muammar saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal, dikutip Kamis (7/9/2023).
Di antara makhluk yang paling berkepentingan dengan lingkungan adalah manusia. Maka itu, manusia diberikan amanah sebagai khalifah dengan fasilitas akal pikiran untuk mengelola, memelihara, dan menjaga alam.