Remaja Harus Bijak Membagikan Informasi di Media Sosial, Tidak Sekadar Benar Salah
Tim langit 7
Jum'at, 15 September 2023 - 05:00 WIB
Remaja diminta bijak dalam memberikan informasi di media sosial.Foto/ilustrasi
Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia, Habiburrahman El Shirazy mengingatkan anak muda berhati-hati membagikan informasi di media sosial.
Kang Abik menyampaikan, pada informasi yang sifatnya sensitif seperti keharaman musik, perlu dikaji dulu untuk menyebarkannya di sosial media. Proses pengkajian itu merupakan bentuk dari tabayyun sebagai tanggung jawab bersosial media.
“Ketika mendapatkan berita jangan langsung dishare (dibagikan) bahkan kalau berita itu benar, jangan langsung dishare, perlu diukur apakah itu layak atau tepat disebar ke publik, ” ujarnya saat menjadi narasumber “Remaja Bertanya tentang Seni Budaya, Ulama Menjawab” dikutip Jumat (15/9/2023).
Baca juga:PWNU Jatim Ingatkan Pemerintah Perketat Pengawasan Konten di Media Sosial
Selain benar dan tidak, lanjut Kang Abik, yang patut diperhatikan adalah ketepatan audiens. Apakah berita yang dibagikan tersebut menimbulkan mudharat atau manfaat. Dampak membagikan berita tersebut apakah menimbulkan permasalahan atau tidak.
“Muslim yang selamat adalah yang bisa menjaga lisan dan tangannya dengan tidak menyakiti maupun menyinggung orang lain, ” ujar Kang Abik langsung dari Jerman.
Kang Abik mengingatkan, orang yang membuat informasi bohong akan menjadi orang yang fasik dan bahkan munafik.
Kang Abik menyampaikan, pada informasi yang sifatnya sensitif seperti keharaman musik, perlu dikaji dulu untuk menyebarkannya di sosial media. Proses pengkajian itu merupakan bentuk dari tabayyun sebagai tanggung jawab bersosial media.
“Ketika mendapatkan berita jangan langsung dishare (dibagikan) bahkan kalau berita itu benar, jangan langsung dishare, perlu diukur apakah itu layak atau tepat disebar ke publik, ” ujarnya saat menjadi narasumber “Remaja Bertanya tentang Seni Budaya, Ulama Menjawab” dikutip Jumat (15/9/2023).
Baca juga:PWNU Jatim Ingatkan Pemerintah Perketat Pengawasan Konten di Media Sosial
Selain benar dan tidak, lanjut Kang Abik, yang patut diperhatikan adalah ketepatan audiens. Apakah berita yang dibagikan tersebut menimbulkan mudharat atau manfaat. Dampak membagikan berita tersebut apakah menimbulkan permasalahan atau tidak.
“Muslim yang selamat adalah yang bisa menjaga lisan dan tangannya dengan tidak menyakiti maupun menyinggung orang lain, ” ujar Kang Abik langsung dari Jerman.
Kang Abik mengingatkan, orang yang membuat informasi bohong akan menjadi orang yang fasik dan bahkan munafik.