Memahami Konsep Ilmu dalam Islam, Jembatan Menuju Kebahagiaan
Muhajirin
Rabu, 04 Oktober 2023 - 13:00 WIB
ilustrasi
Ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dan memiliki aturan atau konsepnya sendiri. Ada yang disebut sebagai ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat. Konsep ilmu juga didasarkan atas keyakinan di dalam Islam. Ilmu adalah cahaya yang berasal dari cahaya Allah SWT.
Posisi orang berilmu sangat tinggi, karena merupakan para pewaris nabi. Posisi ulama sangat tinggi karena keilmuanya bisa memfasilitasi tujuan utama manusia yakni untuk beribadah kepada Allah. Itu yang menyebabkan segala hal yang berkaitan dengan memiliki posisi yang tinggi pula.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan beberapa hal penting yang terkait dengan konsep ilmu. Pertama, ilmu yang dimaksudkan dalam islam adalah ilmu yang bisa memfasilitasi tujuan utama hidup yakni beribadah kepada Allah.
“Diluar itu tidak dimaksudkan di dalam ilmu ini. Terlebih lagi, ilmu yang bertentangan dengan tujuan ibadah justru diharamkan. Orang yang menggeluti ilmu itu ibarat menggeluti satu proses kesempurnaan dalam hidup yakni untuk beribadah,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian Formula Hati, dikutip Rabu (4/10/2023).
Baca juga:Tingkatkan Kontribusi pada Bangsa, Unair Tambah 7 Guru Besar Baru
Kedua, ilmu yang diinginkan oleh islam adalah ilmu yang mendukung ibadah seorang manusia kepada Rabb-nya. Dari konsep ini lahir konsep ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang bisa menambah ketakwaan kepada Allah.
“Sebaliknya, ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang justru menjauhkan manusia dari ketaqwaan,” tutur Ustadz Fauzi.
Posisi orang berilmu sangat tinggi, karena merupakan para pewaris nabi. Posisi ulama sangat tinggi karena keilmuanya bisa memfasilitasi tujuan utama manusia yakni untuk beribadah kepada Allah. Itu yang menyebabkan segala hal yang berkaitan dengan memiliki posisi yang tinggi pula.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan beberapa hal penting yang terkait dengan konsep ilmu. Pertama, ilmu yang dimaksudkan dalam islam adalah ilmu yang bisa memfasilitasi tujuan utama hidup yakni beribadah kepada Allah.
“Diluar itu tidak dimaksudkan di dalam ilmu ini. Terlebih lagi, ilmu yang bertentangan dengan tujuan ibadah justru diharamkan. Orang yang menggeluti ilmu itu ibarat menggeluti satu proses kesempurnaan dalam hidup yakni untuk beribadah,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian Formula Hati, dikutip Rabu (4/10/2023).
Baca juga:Tingkatkan Kontribusi pada Bangsa, Unair Tambah 7 Guru Besar Baru
Kedua, ilmu yang diinginkan oleh islam adalah ilmu yang mendukung ibadah seorang manusia kepada Rabb-nya. Dari konsep ini lahir konsep ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang bisa menambah ketakwaan kepada Allah.
“Sebaliknya, ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang justru menjauhkan manusia dari ketaqwaan,” tutur Ustadz Fauzi.