home global news

Penjelasan Kenapa Perlu Sidang Isbat Awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah

Jum'at, 08 Maret 2024 - 10:00 WIB
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadhan dan Isul Fitri tahun 2023.Fotodok
Kementerian Agama (Kemenag) rutin menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah. Hal ini sudah berlangsung sejak dekade 1950-an, sebagian sumber menyebut 1962.

Hasil sidang isbat diumumkan oleh Menteri Agama dan itu menjadi momen yang ditunggu masyarakat.

Dalam perkembangannya, MUI menerbitkan Keputusan Fatwa No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah. Fatwa itu salah satunya memutuskan penetapan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI cq. Menteri Agama dan berlaku secara nasional.

Baca juga:Awal Ramadhan 1445 H Berpotensi Beda, Umat Islam Diimbau Jaga Ukhuwah dan Toleransi

Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Adib, sidang isbat penting dilakukan karena Indonesia bukan negara agama, bukan juga negara sekuler. Indonesia tidak bisa menyerahkan urusan agama sepenuhnya kepada orang per orang atau golongan.

Sidang isbat penting dilakukan karena ada banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia yang juga memiliki metode dan standar masing-masing dalam penetapan awal bulan Hijriyah. Tidak jarang pandangan satu dengan lainnya berbeda, seiring dengan adanya perbedaan mazhab serta metode yang digunakan. Sidang isbat menjadi forum, wadah, sekaligus mekanisme pengambilan keputusan.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sidang isbat awal ramadhan kemenag
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya