home global news

Pemerintah Diminta Konsisten Kendalikan Mobilitas Warga

Senin, 20 September 2021 - 14:02 WIB
Ilustrasi kegiatan masyarakat di ruang publik. Foto: Langit7.id/iStock
Pemerintah harus konsisten melakukan pengawasan dan pengendalian mobilitas masyarakat di tengah peningkatan kasus baru Covid-19. Anggota DPR Mulyanto mengingatkan bahwa laju program vaksinasi masih lambat.

Data dari Our World In Data hari ini memperlihatkan coverage vaksinasi kita baru 28 persen penduduk. Sementara AS dan Malaysia masing-masing sudah mencapai 63 dan 67 persen.

Baca Juga:Mengenang Ustadz Alex alias Armand, Guru Ngaji Penggerak Syiar Islam

Bahkan, Singapura sudah lebih dari 80 persen. Belum lagi angka laju kasus fatal, yakni rasio antara jumlah kematian terhadap jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi, yakni sebesar 3,4 persen.

"Artinya dari 100 pasien yang positif Covid, sebanyak lebih dari tiga orang meninggal. Jika dibandingkan dengan di AS dan Malaysia yang masing-masing sebesar 1,3 persen dan 1,9 persen, Singapura angka laju kasus fatal hanya sebesar 0.1 persen," kata Mulyanto dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

"Dengan masih rendahnya tingkat cakupan vaksinasi dan tingginya angka laju kasus fatal tersebut, maka Indonesia masih tergolong rawan terhadap risiko kematian akibat Covid-19," ujarnya.

Karenanya, dia meminta pemerintah menindaklanjuti teguran Badan Kesehatan Dunia (WHO) tetap waspada dengan potensi lonjakan kasus baru Covid-19. Pemerintah jangan terbuai dengan hasil capaian yang bersifat sementara dan lengah akan peningkatan mobilitas masyarakat di bidang ritel dan rekreasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
protokol kesehatan dpr ppkm pandemi covid-19 covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya