home edukasi & pesantren

Sejarah Perkembangan Tafsir: Kodifikasi dan Metode Tafsir

Senin, 03 Februari 2025 - 17:35 WIB
Perkembangan tafsir dapat ditinjau dari segi kodifikasi dan metode penafsiran. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Prof Dr Quraish Shihab mengatakan perkembangan tafsir dapat ditinjau dari segi kodifikasi (penulisan), hal mana dapat dilihat dalam tiga periode: Periode I, yaitu masa Rasulullah SAW, sahabat, dan permulaan masa tabi'in, di mana Tafsir belum tertulis dan secara umum periwayatan ketika itu tersebar secara lisan.

Periode II, bermula dengan kodifikasi hadis secara resmi pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (99-101 H). Tafsir ketika itu ditulis bergabung dengan penulisan hadis-hadis, dan dihimpun dalam satu bab seperti bab-bab hadis, walaupun tentunya penafsiran yang ditulis itu umumnya adalah Tafsir bi Al-Ma'tsur.

Dan periode III, dimulai dengan penyusunan kitab-kitab Tafsir secara khusus dan berdiri sendiri, yang oleh sementara ahli diduga dimulai oleh Al-Farra (w. 207 H) dengan kitabnya yang berjudul Ma'ani Al-Qur'an.

Metode Tafsir

Di lain segi, kata Quraish dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran", sejarah perkembangan Tafsir dapat pula ditinjau dari sudut metode penafsiran. Walaupun disadari bahwa setiap mufassir mempunyai metode yang berbeda dalam perinciannya dengan mufassir lain.

Namun secara umum dapat diamati bahwa sejak periode ketiga dari penulisan Kitab-kitab Tafsir sampai tahun 1960, para mufassir menafsirkan ayat-ayat Al-Quran secara ayat demi ayat, sesuai dengan susunannya dalam mushhaf

Baca juga: Sejarah Perkembangan Tafsir dan 6 Corak Penafsiran

Penafsiran yang berdasar perurutan mushaf ini dapat menjadikan petunjuk-petunjuk Al-Quran terpisah-pisah, serta tidak disodorkan kepada pembacanya secara utuh dan menyeluruh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya