home edukasi & pesantren

Tafsir Al-Qur'an: Keistimewaan dan Kelemahan Corak Ma'tsur

Sabtu, 08 Februari 2025 - 17:38 WIB
Keistimewaan metode ini salah satunya menekankan pentingnya bahasa dalam memahami Al-Quran. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Al-Quran adalah sumber ajaran Islam. Kitab Suci itu, menempati posisi sentral, bukan saja dalam perkembangan dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga merupakan inspirator, pemandu dan pemadu gerakan-gerakan umat Islam sepanjang empat belas abad sejarah pergerakan umat ini.

Jika demikian itu halnya, maka pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Quran, melalui penafsiran-penafsirannya, mempunyai peranan yang sangat besar bagi maju-mundurnya umat.

"Sekaligus, penafsiran-penafsiran itu dapat mencerminkan perkembangan serta corak pemikiran mereka," tulis Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" (Mizan, 1996).

Corak Ma'tsur (Riwayat)

Quraish menjelaskan bermacam-macam metodologi tafsir dan coraknya telah diperkenalkan dan diterapkan oleh pakar-pakar Al-Quran. Kalau kita mengamati metode penafsiran sahabat-sahabat Nabi SAW, ditemukan bahwa pada dasarnya --setelah gagal menemukan penjelasan Nabi SAW-- mereka merujuk kepada penggunaan bahasa dan syair-syair Arab.

Cukup banyak contoh yang dapat dikemukakan tentang hal ini. Misalnya, Umar bin Khattab pernah bertanya tentang arti takhawwuf dalam firman Allah: Auw ya'khuzahum 'ala takhawwuf (QS 16:47).

Baca juga: Tafsir Al-Quran: Pengaruh Perubahan Sosial, Ilmu Pengetahuan dan Bahasa
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya